DIKSIMERDEKA.COM – Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk di tingkat desa. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang menghadapi peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, serta berkembangnya sektor pariwisata dan UMKM.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XXXII Tahun 2026 untuk menghadirkan berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kegiatan KKN yang berlangsung dari 9 Februari hingga 13 Maret 2026 ini dikoordinir oleh I Putu Diva Indrayana Putra bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Sri Handayani Nofiyanti, S.T., M.Si., dengan mengusung tema “Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Berbagai program dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa, lembaga masyarakat, sekolah, serta warga setempat guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengadaan tempat sampah organik dan anorganik di sekolah dasar di Desa Munggu. Program ini bertujuan membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya serta melatih mereka memilah sampah sejak dini.

Selain itu, mahasiswa juga menggelar program Siswa Munggu Kreatif dan Inovatif yang mengajarkan siswa mengenal jenis-jenis sampah, cara memilahnya sesuai kategori, hingga memanfaatkan sampah daur ulang menjadi karya prakarya.

Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat juga diberikan melalui kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di sekolah dasar. Kegiatan yang mengacu pada buku panduan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri untuk mencegah berbagai penyakit.

Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, mahasiswa KKN juga melakukan penanaman pohon palem dan tanaman hias di kawasan Taman Monumen Mekotek serta lapangan Desa Munggu. Penanaman dilakukan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan pengelola desa wisata untuk memperindah ruang publik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman.

Upaya pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui sosialisasi serta praktik pembuatan eco-enzyme dan hidroponik bekerja sama dengan Yayasan Bali Recycle Center dan DLHK. Dalam kegiatan tersebut, warga diajak memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair alami maupun cairan pembersih ramah lingkungan.

Warga juga mempraktikkan pembuatan hidroponik sederhana menggunakan galon bekas sebagai media tanam. Sistem ini memanfaatkan air kolam lele sebagai sumber nutrisi bagi tanaman sayuran.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya kelompok ibu PKK yang mengikuti kegiatan dengan antusias.Di akhir kegiatan KKN, mahasiswa juga memfasilitasi sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas TPS 3R Jagat Lestari Desa Munggu dengan menghadirkan narasumber dari DLHK.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan kerja para petugas yang setiap hari berinteraksi langsung dengan berbagai jenis sampah.

Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

“Kegiatan mahasiswa KKN ini sangat membantu desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Kami berharap program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN Universitas Udayana juga menyampaikan terima kasih kepada Program Hibah KKN Universitas Udayana atas dukungan pendanaan yang memungkinkan seluruh program kerja dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Munggu.

Editor: Agus Pebriana