Badung Catat Skor 4,21, Jadi Kabupaten dengan IDSD 2025 Tertinggi Versi BRIN
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA — Kabupaten Badung Provinsi Bali mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 tertinggi Se Indonesia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dengan skor, 4,21. Capaian tersebut ditopang kapasitas fiskal yang kuat dan strategi pembangunan berbasis sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan rlisBRIN Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyebut kekuatan struktural daerahnya terutama berasal dari sisi keuangan. APBD Badung mencapai Rp12,1 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 dirancang sebesar Rp9,5 triliun.
“Sekitar 90 persen APBD kami ditopang PAD, terutama dari pajak hotel, restoran, BPHTB, dan pajak daerah lainnya,” ujarnya dalam Rilis IDSD 2025 di Jakarta, Selasa (24/2).
Dana transfer pusat relatif kecil, sekitar Rp802 miliar, terdiri atas DAU Rp250 miliar dan sisanya DAK serta dana non-fisik seperti BOS.
Tangguh Hadapi Pandemi
Kemandirian fiskal tinggi menjadikan Badung relatif kuat. Namun, ketergantungan pada pariwisata juga menghadirkan risiko. Saat pandemi COVID-19, ekonomi Badung sempat terkontraksi hingga 16,9 persen.
“Ke depan kami tidak bisa hanya bertumpu pada satu sektor. Diversifikasi ekonomi harus dilakukan,” tegasnya.
Pemkab Badung kini mendorong penguatan sektor pertanian dan ekonomi kreatif sebagai penopang baru, sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional.
Infrastruktur Rp2,5 Triliun
Masalah kemacetan dan sampah menjadi perhatian serius dalam menjaga kualitas pariwisata. Untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Badung menempuh skema pinjaman daerah.
Sekitar Rp2,5 triliun dialokasikan untuk pembangunan tiga ruas jalan di kawasan Uluwatu dan Canggu yang kerap macet.
“Kalau hanya menunggu akumulasi PAD, pembangunan akan lambat. Kami ambil langkah percepatan,” jelasnya.
Pendidikan Gratis dan Beasiswa S1
Tak hanya infrastruktur, investasi besar juga diarahkan ke pengembangan SDM. Pemkab Badung telah menggratiskan pendidikan SD dan SMP. Mulai 2026, beasiswa juga diberikan untuk siswa SMA dan mahasiswa S1.
Skemanya mencakup:
- Bantuan laptop di tahun pertama kuliah
- Pembiayaan penuh hingga wisuda jika lulus tepat waktu
Kebijakan afirmatif juga diberikan kepada anak petani sebagai syarat penerima beasiswa S1.
“Kami ingin anak petani pun berpeluang menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.
Jaga Daya Beli dan Kerukunan
Pemkab Badung juga memberikan bantuan tunjangan hari raya Rp2 juta bagi kepala keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta tanpa membedakan agama. Bantuan diberikan saat Idul Fitri, Natal, maupun hari raya Hindu.
Menurut Adi, kombinasi kekuatan fiskal, percepatan infrastruktur, serta investasi SDM menjadi fondasi utama menjaga daya saing.
“Kami bersyukur capaian IDSD Badung termasuk yang tertinggi. Harapan kami, pariwisata berkelanjutan dan pembangunan SDM menjadi pengungkit kesejahteraan,” pungkasnya.
Dengan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi dan SDM sebagai aktor utama pembangunan, Badung berupaya menjaga daya saing secara berkelanjutan di tingkat nasional.
Pengertian IDSD BRIN
Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Boediastuti Ontowirjo, memaparkan landasan konseptual dan regulatif penyusunan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Berbeda dengan sejumlah indeks lainnya, BRIN tidak menyajikan IDSD dalam bentuk pemeringkatan dari skor tertinggi hingga terendah. Data ditampilkan apa adanya untuk seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
“Kami ingin data adalah data. Tujuannya untuk mengetahui kondisi riil daya saing daerah, bukan untuk memberi label peringkat,” tegas Asti dalam sesi diskusi acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (24/2).
Lebih lanjut, Asti menerangkan bahwa rata-rata nasional skor IDSD 2025 berada pada angka 3,5 dalam rentang maksimum 5. Pada beberapa pilar, rentang skor tertinggi provinsi berada di kisaran 4,12 hingga 4,5, yang menunjukkan peningkatan kualitas daya saing di sejumlah wilayah.
Selain buku IDSD dan technical notes, BRIN juga menyediakan dashboard interaktif serta kalkulator IDSD yang memungkinkan pemerintah daerah melakukan simulasi kebijakan. Melalui kalkulator tersebut, daerah dapat memproyeksikan dampak peningkatan indikator tertentu terhadap skor total IDSD.
“Ini tools perencanaan. Daerah bisa mensimulasikan, jika memperkuat komponen tertentu, berapa persen kenaikan skor yang bisa dicapai,” ujar Asti.
Di sisi lain, Asti menjelaskan bahwa secara konseptual, IDSD 2025 diturunkan dari kerangka Global Competitiveness Index (GCI) 2019 yang diterbitkan oleh World Economic Forum. Dari telaah tersebut, BRIN mengidentifikasi empat komponen utama pembentuk daya saing, yakni lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.
Keempat komponen tersebut kemudian diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki dimensi dan indikator terukur. Menurut Boediastuti, pendekatan ini memastikan bahwa daya saing tidak dilihat secara parsial, melainkan sebagai sistem yang saling terkait.
“Lingkungan pendukung dan sumber daya manusia akan memperkuat pasar, dan pada akhirnya bermuara pada penguatan ekosistem inovasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan