DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Amanat Research Institute sukses menyelenggarakan kegiatan Political Future Leader (PFL) Batch 3 wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, di BPMP Provinsi Bali, Denpasar, ini diikuti oleh sekitar 100 pemuda terpilih dari Bali dan NTT.

Peserta PFL Batch 3 berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali, di antaranya Denpasar, Badung, Gianyar, Bangli, Karangasem, Klungkung, Jembrana, Tabanan, dan Buleleng. Sementara dari NTT, peserta berasal dari Kabupaten Sikka, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.

Mereka diseleksi secara ketat dari ratusan pendaftar dengan latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa, pemuda desa adat, aktivis komunitas, pekerja muda, hingga pengurus organisasi kepemudaan.

Head of Program Amanat Research Institute, Fadilla Embun Firdausy, mengatakan program ini bertujuan menyiapkan generasi muda yang aktif, proaktif, dan partisipatif dalam proses politik dan kebijakan publik. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan menjadi kebutuhan mendesak dalam pembangunan demokrasi yang berkelanjutan.

“Anak muda memiliki kegelisahan dan mimpi yang harus diperjuangkan. Politik membutuhkan regenerasi, dan perubahan itu dapat dimulai dari benih-benih kecil yang ditanam melalui pendidikan politik yang substansial,” ujar Fadilla.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibekali penguatan wawasan politik, pembangunan jejaring lintas daerah, serta pendalaman nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Berbagai isu strategis turut dibahas, seperti pengelolaan lingkungan pesisir dan sampah plastik, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, serta peningkatan partisipasi pemuda dalam perumusan kebijakan publik di tingkat daerah dan nasional.

Sejumlah akademisi, aktivis lingkungan, tokoh politik, serta figur nasional hadir sebagai narasumber dan memantik diskusi interaktif antar peserta. Kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan peserta di daerah masing-masing.

Salah satu peserta asal Kabupaten Klungkung, I Kadek Hendra Wijaya, menilai program ini memberikan perspektif baru bagi peran pemuda dalam politik. Ia mengaku RTL yang disusunnya berfokus pada edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah Klungkung.

Sementara itu, perwakilan peserta dari Kabupaten Sikka, NTT, Irvan Ahmad Junaidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pemuda NTT untuk terlibat dalam program tersebut. Ia berharap hasil pembelajaran dan riset dari PFL Batch 3 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong partisipasi aktif pemuda di daerahnya.

Melalui Political Future Leader Batch 3, Amanat Research Institute berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang mampu menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan politik yang inklusif dan berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Editor: Agus Pebriana