DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Operasi senyap kali ini menyasar Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta, yang diduga melibatkan sejumlah pejabat internal.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut. Namun, ia belum mengungkapkan detail perkara yang sedang ditangani. “Ya benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi wartawan, Rabu siang.

Baca juga :  OTT KPK di Inhutani V, 9 Orang Ditangkap dan Rp2 Miliar Disita

OTT di Jakarta menjadi operasi kedua yang dilakukan KPK pada hari yang sama. Sebelumnya, lembaga antirasuah juga menggelar OTT di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fitroh menegaskan, kedua operasi tersebut merupakan kasus yang berbeda.

“Beda kasus. Jadi, hari ini ada dua OTT. Satu di Banjarmasin, yang kedua di Jakarta,” kata Fitroh. Namun demikian, ia masih enggan membeberkan identitas pihak-pihak yang diamankan maupun kronologi penangkapan di Kantor Bea Cukai Jakarta.

Baca juga :  Korupsi di PTN dari Penerimaan Mahasiswa hingga Pemilihan Rektor

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membenarkan adanya pemeriksaan oleh tim KPK. Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC, Budi Prasetyo, menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh tim KPK terhadap pejabat Bea Cukai,” ujar Budi melalui keterangan tertulis. Ia menegaskan, pihaknya akan bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

Baca juga :  KPK Beri Tanggapan Soal Laporan Anggota DPR RI Asal Bali

“Bea Cukai berkomitmen mendukung penegakan hukum. Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses yang dilakukan KPK,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan informasi lanjutan terkait jumlah pihak yang diamankan maupun dugaan tindak pidana dalam OTT di Kantor Ditjen Bea Cukai Jakarta.