DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — PT Mirae Asset Sekuritas resmi menempati kantor baru Cabang Denpasar, Bali, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekspansi bisnis sekaligus meningkatkan literasi pasar modal di Pulau Dewata. Kantor baru ini dirancang lebih representatif, fungsional, dan berorientasi pada kenyamanan nasabah.

Capital Market Director PT Mirae Asset Sekuritas, Tomi Taufan, mengatakan relokasi kantor dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan bisnis ke depan. Kantor lama dinilai tidak lagi memadai untuk mendukung rencana ekspansi dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami ingin menghadirkan kantor yang lebih baik, lebih nyaman, dan lebih fungsional. Bukan hanya tempat transaksi, tapi juga ruang edukasi dan simulasi agar nasabah bisa belajar dan berdiskusi dengan lebih optimal,” ujar Tomi saat peresmian kantor baru Mirae Asset Cabang Denpasar Bali, Rabu (4/2/26).

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar bagi pengembangan pasar modal. Selama ini perekonomian Bali memang ditopang sektor pariwisata, namun kini mulai tumbuh sektor lain seperti properti, teknologi, dan kewirausahaan, termasuk dari kalangan generasi muda yang semakin produktif dan melek investasi.

“Kalau dulu pasar modal identik dengan generasi tertentu, sekarang anak-anak muda Bali juga sangat aktif. Ini peluang besar bagi kami untuk menghadirkan instrumen investasi yang lebih beragam dan inklusif,” jelasnya.

Tomi menegaskan, Mirae Asset tidak lagi hanya fokus pada perdagangan saham (equity trading), tetapi juga memperluas produk investasi ke instrumen yang lebih stabil dan beragam. Mulai dari Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, hingga produk dengan efisiensi pajak yang lebih menarik.

“Kami ingin menghadirkan universe produk yang lebih luas. Ada produk berisiko tinggi, ada juga yang stabil, bahkan ada yang bebas pajak. Jadi masyarakat bisa memilih sesuai profil risiko dan tujuan keuangannya,” katanya.

Selain produk, pendekatan layanan juga diperbarui. Dari yang sebelumnya menitikberatkan pada edukasi, kini Mirae Asset mengembangkan layanan konsultasi investasi berbasis kebutuhan nasabah, didukung fasilitas kantor yang lebih memadai.

“Dengan fasilitas baru ini, kapasitas layanan kami meningkat. Edukasi tetap penting, tapi konsultasi yang tepat akan membantu masyarakat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak,” tambah Tomi.

Ia juga menyoroti besarnya dana masyarakat Bali yang belum masuk ke pasar modal. Dari estimasi dana pihak ketiga yang mencapai ratusan triliun rupiah, masih banyak yang tersimpan di instrumen berimbal hasil rendah.

“Ini peluang besar. Kami ingin menawarkan alternatif investasi yang lebih produktif, imbal hasil lebih baik, dan efisien dari sisi pajak, tentu dengan pengelolaan risiko yang tepat,” ujarnya.

Tomi menyebutkan, kehadiran kantor baru ini menandai komitmen jangka panjang Mirae Asset di Bali yang telah berjalan lebih dari 15 tahun. Pembaruan konsep bisnis dan fasilitas diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

Peresmian Kantor Cabang Mirae Asset Denpasar turut dihadiri Mr. Jisang Yoo, Representative Mirae Asset Headquarter Korea, serta Nurdin Purnama, Area Manager PT Mirae Asset Sekuritas Bali. Kehadiran jajaran manajemen ini menegaskan keseriusan perusahaan menjadikan Bali sebagai salah satu pusat pertumbuhan pasar modal nasional.