DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan kembali menunjukkan komitmenya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menggelar pelatihan pembinaan kemandirian peternakan ayam petelur bagi 20 orang warga binaan.

Program ini merupakan bagian dari proyek inovatif SAE Lembah Hijau yang mengoptimalkan lahan terbatas untuk pemberdayaan narapidana.

Kegiatan ini menghadirkan instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Melalui pelatihan ini, warga binaan dibekali keterampilan praktis di bidang peternakan sebagai bekal untuk hidup mandiri dan produktif usai menjalani masa hukuman.

Baca juga :  Kalapas Kerobokan Raih Prestasi Nasional berkat Inovasi SAE Lembah Hijau

Dalam kesempatan itu, instruktur profesional Ni Made Ristiani memberikan materi teori sekaligus praktik lapangan. Warga binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang teknik beternak ayam petelur secara modern dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan terbatas di dalam lapas secara produktif melalui kegiatan pertanian dan peternakan yang mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

Baca juga :  Dirjenpas Tinjau Lapas Kerobokan, Tekankan Pembinaan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan

Menurut Kalapas Hudi Ismono, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada warga binaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi Lapas Kerobokan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan semangat baru untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif,” ujarnya.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Dorong Penurunan Residivisme Lewat Pelatihan Kemandirian Warga Binaan

Lebih lanjut, Hudi menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai instansi dan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 13 Program Akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan produktif dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lembaga pemasyarakatan.

Editor: Agus Pebriana