DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus memperkuat pelaksanaan proyek perubahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembah Hijau dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Warga Binaan.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk mempercepat realisasi program pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian warga binaan.

Pembentukan Pokja yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, melibatkan tim efektif serta pejabat struktural Lapas.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Dorong Penurunan Residivisme Lewat Pelatihan Kemandirian Warga Binaan

Terdapat empat kelompok kerja yang dibentuk, yaitu Pokja Pertanian, Pokja Peternakan, Pokja Perkebunan, dan Pokja Perikanan.

Masing-masing Pokja akan bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional di lapangan, mulai dari penyiapan lahan, pembangunan sarana dan prasarana, hingga perawatan budidaya.

Upaya ini diharapkan mampu mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area yang bernilai ekonomi, sekaligus memberikan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

Baca juga :  Layanan Kunjungan Lebaran di Lapas Kerobokan Berjalan Tertib, Ratusan Keluarga Temui Warga Binaan

“Pokja warga binaan akan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan proyek ini. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga motor penggerak perubahan di dalam Lapas,” ujar Kalapas Kerobokan, Hudi Ismono.

Menurutnya, pembentukan Pokja sangat krusial untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan efektif dan efisien. Melalui mekanisme ini, warga binaan didorong untuk aktif berpartisipasi dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan program.

Baca juga :  Karya Daur Ulang Lapas Kerobokan Jadi Cenderamata Resmi Kunjungan Komisi XIII

Dengan terbentuknya Pokja Warga Binaan, Lapas Kerobokan semakin siap mewujudkan visinya sebagai lembaga pemasyarakatan yang produktif.

Program SAE Lembah Hijau diharapkan dapat melahirkan warga binaan yang terampil di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, sehingga mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor: Agus Pebriana