DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FFUA), Surabaya, memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk obat tradisional. Bertempat di Desa Penglipuran, kabupaten Bangli Provinsi Bali, pada tanggal 2 September 2025, sebanyak lebih dari 20 anggota UMKM dan karang taruna mendapatkan penyuluhan dan pelatihan mengenai pentingnya kualitas produk Obat Tradisional yang diproduksi oleh UMKM setempat, khususnya loloh cemcem yang merupakan produk jamu khas Bali yang terbuat dari daun cem cem.

Menurut ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prof. apt. Tutik Sri Wahyuni, S.Si, M.Si, PhD.,“Peningkatan kualitas dari segi higienitas, cara produksi, dan peningkatan kemasan akan meningkatkan efektivitas dan mutu produk yang berpengaruh pada naiknya tingkat kepercayaan konsumen, maka dari itu diperlukan sentuhan Perguruan Tinggi berdasarkan kajiankeilmuan dan penelitian bagi masyarakat Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.”

Bertempat di desa penglipuran acara diawali dengan sambutan oleh Kepala desa penglipuran, beliau menyampaikan terimakasih kepada tim Pengabdian Masyarakat FFUAberkenan memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Penglipuran. Kegiatan ini didukung pula oleh sejawat farmasi yang ada di Bali, baik dari organisasi profesi apoteker, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)) dan dari perguruan tinggi yaitu Universitas Udayana dan Universitas Bali Internasional (UNBI). 

Desa ini telah lama memproduksi obat tradisional berupa loloh dari tanaman lokal yaitu daun Cem cem yang kaya manfaat dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kami sangat berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan meningkatkan kualitas produk sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Penglipuran.” imbuhnya. 

Materi mengenai Peningkatan kualitas ramuan tradisional disampaikan oleh Prof. apt. Retno widyowati, SSi. M.Pharm. Ph.D. Menurut Retno, kualitas bahan baku merupakan bagian yang penting dalam membuat produk yang berkualitas.  Selain itu perlu diperhatikan proses pengolahan, baik dari kesesuaian cara mengeringkan maupun cara mengolah akan mempengaruhi kandungan bahan aktif dari suatu tanaman obat, sehingga akan mempengaruhi kualitas produk akhir. Tanaman obat yang berkarakter lunak seperti daun dan bunga tidak boleh dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari langsung, karena akan berpengarus terhadap kandungan bahan aktif yang bersifat termolabi. Dengan kata lain, kandungan bahan aktif dari tanaman tersebut akan rusak. Lebih lanjut, tim Udayana menyampaikan manfaat dari daun cem-cem bagi kesehatan.  



Tim Fakultas Farmasi Universitas Airlangga memberikan pelatihan pengolahan dan inovasi produk Loloh Cemcem kepada pelaku UMKM Desa Penglipuran.

Masyarakat Desa Panglipuran yang sebagian besar memproduksi Loloh Cemcem. Minuman ini biasanya dijual dan dikemas dalam botol plastik. Sebelumnya,  minuman ini hanya dipasarkan disekitar Kabupaten Bangli, tetapi karena memiliki rasa yang unik perpaduan asam dan manis, dan dipercaya mampu meringankan panas dalam,  Loloh Cemcem semakin digemari dan pemasaran merambah ke seluruh pulau Bali. Permasalahan utama mitra adalah minuman tersebut tidak tahan lama, sehingga menyulitkan penyimpanan dan pendistribusian. Masyarakat memproduksi dengan cara manual dan sederhana, kurangnya pemahaman mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar terutama aspek personal hygiene, menimbulkan kekuatiran mengenai higenitas produk.

Selain hal tersebut di atas, tantangan mitra adalah kurangnya inovasi bentuk sediaan,  sehingga produk hanya dijual dalam bentuk cair, yang menyulitkan penyimpanan dan distribusi serta kemasan yang tidak memenuhi persyaratan. Maka dari itu, materi mengenai Pelatihan  inovasi pembuatan produk loloh cemcem di berikan oleh Prof. Tutik bersama-sama tim UNBI menyampaikan pelatihan mengenai pembuatan dry juice, teh herbal seduh dan teh celup. Dengan inovasi produk tersebut akan dihasilkan produk yang lebih tahan lama sehingga dapat dipasarkan hingga luar Bali. Selain itu meningkatkan kualitas kemasan minuman Loloh Cemcem menjadi kemasan botol kaca yang memenuhi syarat dan mudah disterilisasi, untuk  menjamin kualitas dari minuman Loloh Cemcem. Produk dilengkapi dengan Leaflet yang tepat sehingga dapat dipahami konsumen, dan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk .

Obat Tradisional juga disampaikan pada pelatihan ini, sebagai bahan untuk panduan masyarakat dalam meningkatkan kualitas bahan baku sampai produk jadi. Masyarakat Desa Penglipuran sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Diharapkan tujuan untuk meningkatkan kualitas minuman Loloh cemcem dapat meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan warga desa Penglipuran Kabupaten Bangli, provinsi Bali. Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini dibiayai oleh RKAT tahun 2025 dengan no kontrak 1888/B/UN3.FF/PM.01.01/2025 dari skema PKM.