DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – UNICEF Indonesia menegaskan komitmennya mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember.

Spesialis kesehatan UNICEF, Armunanto, menyebut koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.

Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat vital dalam mempercepat layanan kesehatan bagi anak-anak terdampak.

“Karena kami ini bagian dari pemerintah, maka permasalahan daerah juga menjadi tanggung jawab kami,” ujar Armunanto.

Ia menambahkan, UNICEF dan pemerintah pusat terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota.

“Kami harus bersama-sama agar KLB campak ini bisa segera teratasi, karena kurangnya kesadaran penyakit campak pada anak,” tegasnya.

Baca juga :  2025 Jadi Titik Balik Pertanian Jember, Pemkab Klaim Program Terbesar Sepanjang Sejarah

Armunanto menjelaskan, Jember termasuk daerah terdampak meski tidak ditemukan kasus meninggal akibat KLB campak. Hal ini berbeda dengan Sumenep yang mencatat kasus kematian.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan investasi program imunisasi sebelumnya masih memberikan perlindungan, meski ada sebagian anak yang belum menerima vaksin secara lengkap.

“Artinya, perlindungan anak-anak di Jember masih cukup baik. Mudah-mudahan kolaborasi ini menjadikan semua anak lebih sejahtera,” ungkapnya.

Selain campak, UNICEF juga menyoroti persoalan kesehatan masyarakat lain. Besarnya populasi di Jawa Timur membuat jumlah kasus kesehatan absolut tetap tinggi meski secara persentase kecil.

Baca juga :  Dorong Ekonomi Lingkungan, H. Satib Bantu Motor Roda Tiga ke Bank Sampah Jember

Dengan demikian, keberhasilan penanganan di Jember akan turut menentukan capaian Jawa Timur sekaligus nasional. Jawa Timur sendiri memiliki populasi terbesar kedua di Indonesia.

Armunanto menjelaskan, vaksin untuk mengatasi campak disediakan langsung oleh pemerintah pusat. Kabupaten hanya perlu mengajukan kebutuhan sesuai hasil identifikasi sasaran anak.

“Daerah melapor ke provinsi, provinsi ke pusat, lalu pusat mengirimkan vaksin sesuai kebutuhan. Jadi tidak ada yang terlewat,” kata Armunanto.

Ia menegaskan, vaksinasi bukan hanya bagi anak terdampak, melainkan semua anak yang belum melengkapi imunisasi dasar. Langkah ini untuk mencegah potensi penularan baru.

Baca juga :  JFC Artwear 2025 Tampilkan Malam Penuh Warna di Jantung Kota Jember

Pihak UNICEF menilai langkah kolaboratif ini bukan sekadar penanganan darurat, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan anak-anak di Jember dan Jawa Timur.

Upaya memperkuat imunisasi menjadi prioritas UNICEF agar tidak muncul kembali kasus serupa di masa mendatang. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh anak tervaksinasi.

“Dengan kesadaran bersama, kolaborasi ini akan memastikan anak-anak di Jember tumbuh lebih sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya.”Harpnya.