Wamenpar Puji JFC, Dorong Wisata Jember Makin Mendunia
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menghadiri Grand Carnival, puncak acara Jember Fashion Carnaval (JFC) yang kembali digelar meriah tahun ini.
JFC telah lima kali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah platform Kementerian Pariwisata yang mengkurasi event daerah berbasis kearifan lokal dan daya tarik khas masing-masing wilayah.
Ni Luh Puspa menyebut JFC sebagai salah satu event yang mampu mendorong pergerakan wisatawan sekaligus menciptakan perputaran ekonomi di daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Meskipun saat pandemi sempat sepi, tahun ini JFC kembali meriah. Terima kasih kepada Pemprov Jatim dan Pemkab Jember yang menghidupkan kembali acara ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pihak penyelenggara dan Presiden JFC yang terus menjaga keberlangsungan acara sehingga mampu menggairahkan pariwisata Kabupaten Jember di mata wisatawan.
“Mudah-mudahan dengan JFC hadir penuh semangat, animo wisatawan semakin tinggi. Ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata Jember,” tambahnya.
Dalam kunjungan perdananya ke Jember, Ni Luh Puspa juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa desa wisata yang memiliki potensi unggulan, termasuk produk ekspor khas daerah.
“Tadi pagi saya melihat desa wisata dan potensi ekspor seperti cerutu khas Jember yang punya nilai budaya tinggi,” katanya.
Menurutnya, selain JFC, Jember memiliki daya tarik wisata alam, spiritual, budaya, hingga perkebunan kopi, cokelat, dan cerutu yang bisa dikembangkan sebagai paket perjalanan wisata.
Ia menilai keberagaman potensi tersebut menjadi modal besar untuk menjual Jember sebagai destinasi unggulan, bahkan hingga ke pasar internasional.
Ni Luh Puspa juga mendorong pemerintah daerah membuat pola perjalanan wisata yang terstruktur, mencakup semua kekayaan alam dan budaya Jember.
“Ada garis pantai terpanjang di Jember yang bisa dieksplorasi, ada pura untuk wisata spiritual, dan tentu saja JFC sebagai ikon utama,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyarankan event wisata tidak hanya terpusat pada JFC, namun dibuat rutin setiap dua atau tiga bulan sekali untuk menjaga arus kunjungan wisatawan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan pergerakan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Jember dapat berlangsung sepanjang tahun, tidak hanya saat JFC digelar.

Tinggalkan Balasan