DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Didit Herdiawan Ashaf mengatakan groundbreaking Eco Fishing Port Pengambengan, Jembrana akan dilakukan pada November 2025. Rencananya pembangunan akan berlangsung selama tiga tahun.

Hal tersebut disampaikan saat acara sosialisasi pembangunan Eco Fishing Port Pengambengan kepada Forkopimda Provinsi Bali, Kamis (24/7/2025).

Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa pembangunan PPN Pengambengan merupakan bagian dari kebijakan nasional Blue Economy yang menjadi pilar menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mengatakan lima pilar utama yang diusung meliputi konservasi laut sebesar 30% hingga 2045, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, budidaya perikanan berkelanjutan, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengurangan sampah plastik laut melalui partisipasi nelayan dan masyarakat.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Sambut Kedatangan KRI Bima Suci-945

“PPN Pengambengan akan dirancang sebagai eco fishing port yang modern, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan koperasi, pelatihan SDM, keterlibatan UMKM, serta sistem digital. Ini juga merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah akan melakukan konsolidasi dan sharing program untuk memastikan keberhasilan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami membangun bukan hanya alatnya, tetapi juga manusianya. Pelabuhan ini akan menjadi model nasional bagi pengelolaan perikanan yang inklusif, manusiawi, dan berbasis keberlanjutan,” tutup Dr. Didit.

Ia pun berharap dengan dukungan kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, pembangunan PPN Pengambengan dapat menjadi penggerak ekonomi pesisir Bali dan memperkuat posisi provinsi ini sebagai pusat kelautan strategis di Indonesia bagian timur.

Baca juga :  Perkuat Gerakan Bali Bersih, Gubernur Koster Satukan Forkopimda se-Bali

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta mengatakan pemerintah Provinsi Bali menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Tahap I.

Giri Prasta mengatakan pihaknya siap mengawal penuh proses pembangunan ini agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat pesisir.

“Kami sangat mendukung penuh proyek PPN Pengambengan ini. Ini bukan hanya pembangunan fisik pelabuhan, melainkan juga bagian dari penguatan blue economy yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal Bali,” kata Wagub Giri Prasta.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur darat dan laut yang memadai, seperti akses jalan, listrik, ketersediaan air bersih, dan sarana pendukung lainnya, untuk mewujudkan pelabuhan berstandar internasional.

Baca juga :  Koster Minta Bupati/Wali Kota Moratorium Izin di Lahan Produktif

“Kami berharap masyarakat lokal menjadi pelaku utama dan tuan rumah di sektor ini. SDM dan UMKM lokal harus dilibatkan secara maksimal agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta mengungkaokan dukungan penuh terhadap pengembangan Marina Tanjung Benoa sebagai hub bahari Indonesia Timur.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen Bali dalam menjaga nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya Segara Kerthi yang menekankan kelestarian laut sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan.

“Kami akan terus bergerak bersama masyarakat dan Forkopimda untuk mengamankan dan mendukung proyek ini secara menyeluruh,” imbuhnya.

Editor: Agus Pebriana