DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali I Gede Sutrawan, menekankan pentingnya optimalisasi fungsi pengawasan Pemilu di masa non-tahapan. Hal ini untuk mewujudkan Pemilu kedepan yang berkualitas.

Dalam arahannya, Sutrawan menegaskan bahwa meskipun tahapan pemilu dan Pilkada kemarin dinilai cukup sukses, namun target pelaksanaan pemilu kedepan harus lebih baik dari sebelumnya.

“Masa non-tahapan justru harus lebih aktif menyampaikan dinamika politik lokal, potensi konflik, serta aktivitas-aktivitas politik yang belum tentu sesuai dengan norma hukum pemilu, melalui kanal jejaring sosial yang ada sehingga semua harus rajin memberikan informasi sebagai hasil pengawasan dimasa non tahapan,”ujar Sutrawan dalam rapat rutin Bawaslu, Senin (14/07/2025).

Baca juga :  Bawaslu Bali: Kampanye di Tempat Ibadah Dikenai Sanksi Pidana 6 Bulan

Menambahkan perspektif penguatan kelembagaan, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menyoroti pentingnya membangun ruang publik yang sehat untuk diskursus politik.

Menurutnya, dalam masa non-tahapan, masyarakat justru perlu diberdayakan untuk terlibat dalam diskusi politik secara terbuka, kritis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan nilai demokrasi.

Baca juga :  Masuki Masa Tenang Kampanye, Bawaslu akan Tetap Lakukan Pengawasan

“Bawaslu Bali mendorong hadirnya ruang-ruang diskusi politik yang inklusif, edukatif, dan berintegritas. Ini bagian dari pendidikan demokrasi masyarakat yang pada akhirnya memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya pemilu yang jujur dan adil,” terang Wiratma pasca dilakukannya apel pagi.

Baca juga :  Bawaslu Tegaskan Paslon Bisa Pasang Iklan 14 Hari Sebelum Masa Tenang

Ia menambahkan bahwa Bawaslu, melalui program pendidikan dan pelatihan, terus membina kapasitas SDM pengawas di daerah agar tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu menjadi fasilitator dialog politik yang sehat di tengah masyarakat, terkhusus memuaskan rasa dahaga generasi muda akan proses demokrasi yang ideal.

Editor: Agus Pebriana