DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur Bali Wayan Koster membagikan kisah perjuangan masa mudanya saat memberi pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Jumat (13/6). Dalam suasana penuh semangat, Koster mengingat perjuangannya menempuh pendidikan dengan mandiri saat masih menjadi mahasiswa.

“Saya tentu sangat mencintai adik-adik mahasiswa Unud. Mendengar nama Unud, saya jadi teringat masa-masa muda saya,” ucap Koster membuka sambutan dengan penuh nostalgia, mengenang perjuangan hidupnya di masa kuliah.

Koster bercerita, usai lulus dari SMA Negeri 1 Singaraja tahun 1981, ia sempat mendaftar ke Fakultas Kedokteran Unud. Meski telah menjalani tes dan membayar biaya kuliah, ia memilih Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah dinyatakan diterima di kampus tersebut.

Baca juga :  Bertemu Gubernur Koster, Konjen Jepang Apresiasi Kebijakan Tangani Pandemi Covid-19 di Bali

Sebagai anak pertama dari keluarga kurang mampu, Koster menanggung sendiri biaya kuliahnya di ITB. Ia memanfaatkan keahliannya di bidang matematika dengan membuka les privat bagi anak-anak keluarga kaya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Biaya hidup mahasiswa di Bandung waktu itu cukup Rp30.000 per bulan. Saya bisa mengajar empat siswa, dapat Rp40.000 per minggu. Cukup buat hidup, bahkan bisa bantu keponakan dan sepupu,” ujar Koster.

Baca juga :  Terima SK Rektor, PT WKR Segera Bangun 6.000 Kamar Asrama Mahasiswa Unud

Setelah lulus pada 1987, ia bekerja sebagai peneliti di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi swasta di Jakarta. Ia mengajar mata kuliah berat seperti Kalkulus, Statistik, dan Metodologi Riset, serta dikenal sebagai dosen yang tegas dan disiplin.

“Kalau ada mahasiswa bercanda, saya suruh maju dan kerjakan soal. Kalau tidak bisa, saya suruh push-up,” kenangnya sambil tersenyum, disambut tawa para mahasiswa.

Baca juga :  FTP UNUD Bersama BITHUB Bali Gelar Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah di 10 Banjar se-Bali

Perjalanan hidupnya kemudian berlanjut ke dunia politik. Koster mulai aktif di partai politik sejak 1996 dan terpilih sebagai anggota DPR RI tiga periode berturut-turut sejak 2004. Di DPR, ia memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan untuk kampus negeri dan swasta.

Kini menjabat Gubernur Bali untuk periode kedua, Koster mengajak mahasiswa Unud berkontribusi nyata. Ia menekankan pentingnya peran kampus dalam melahirkan SDM berkualitas demi kemajuan Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Nyoman