Pengurus Ungkap Alasan Musda Golkar Bali ke-IX Diundur
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Bali ke-IX yang semula dijadwalkan digelar di Nusa Dua pada 23 Mei 2025 akhirnya resmi diundur dalam waktu yang belum ditentukan.
Kabar tersebut disampaikan Ketua Streering Committe (SC) Musda Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara didampingi Ketua OC Musda Golkar Bali Komang Suarsana dan Bendahara Golkar Bali Komang Takuaki Banuartha kepada awak media di Kantor DPD Golkar, Rabu (21/05/2025).
Mereka mengatakan alasan diundur Musda Golkar lantaran Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia berhalangan hadir.

“Ketua umum kami (Bahlil) berkeinginan menghadiri Musda Golkar di berbagai daerah, termasuk Bali. Sebagaimana yang dikomitmenkan oleh Ketum DPP Golkar (Bahlil) di seluruh Indonesia pelaksanaan musda, beliau berkeinginan menghadiri secara langsung di 38 provinsi,” kata Dewa Suamba kepada media di DPD Golkar Bali di Denpasar, Rabu (21/5/2025).
Dewa Suamba maupun Komang Suarsana mengklaim seluruh kader Golkar di Bali juga menginginkan kehadiran Bahlil. Menurutnya, penundaan Musda Golkar Bali baru diinformasikan pada Selasa (20/5/2025) malam dan menerima informasi penundaan itu dari Ketua DPD I Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry.
“Tiba-tiba semalam pukul 23.45 Wita Pak Ketua DPD Golkar Bali (Sugawa Korry) menerima telepon dari Pak Sekjen, bahwa dengan kesibukan Ketum, karena Pak Ketum juga menteri, bahwa tanggal 23-24 acara di Bali dan NTB, beliau kemungkinan besar tidak bisa hadir,” ungkapnya.
Mereka membantah penundaan Musda Golkar Bali terkait unsur politisasi. Penundaan Musda, juga tidak ada kaitannya pertarungan dua kader senior partai beringin yakni I Nyoman Sugawa Korry (SGK) dan Gde Sumarjaya Linggih (GSL) yang digadang-gadang memperebutkan kursi ketua DPD Golkar Bali.
“Penundaan ini tidak ada kaitannya dengan unsur politis. Intinya semata-mata karena kesibukan Ketua Umum ditambah oleh DPP maupun kami di semua provinsi menginginkan beliau hadir. Penundaan ini karena sebagaimana yang sudah dikomitmenkan bahwa pelaksanaan Musda di seluruh Indonesia beliau berkeinginan untuk bisa hadir di 38 provinsi,” tegasnya.
Ia menepis rumor penundaan Musda Golkar Bali disebabkan karena perseteruan dua calon Ketua Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry dan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
“Ndak ada itu, bagi kami pelaksanaan musyawarah daerah ini kami sambut dengan penuh tanggung jawab menyukseskan bersama-sama. Tidak pernah ada pernyataan bahwa karena ini karena itu, ngga. Buktinya temen-temen panitia bergerak. Tidak ada masalah soal itu,” tegas Suamba Negara.
Mantan anggota DPRD Bali mengaku pihaknya sedang mencari waktu yang tepat untuk pelaksanaan Musda XI Golkar Bali yang disesuaikan dengan jadwal Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia dan semua DPP juga dijadwalkan akan ikut mendampingi kehadirannya dalam Musda.
“Kami sudah sepakat bahwa Ketua Umum akan hadir. Untuk DPP juga seluruhnya akan mendampingi. Dalam tradisi Golkar, Ketua Umum selalu hadir di setiap Musda,” sebutnya.
Sementara, Ketua Organizing Comitee (OC) Musda Golkar kesebelas, Komang Suarsana menegaskan pihaknya telah mempersiapkan kegiatan ini sejak lama. Mantan wartawan senior ini bahkan menyebut hajatan yang rencananya digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, itu telah mencapai 90 persen.
“Kami sudah melakukan persiapan mungkin sudah lebih dari 90 persen termasuk sudah pembayaran-pembayaran, surat undangan bahkan semua kelengkapan dari kesiapan itu sudah kita laksanakan semua,” ucap Mang Kos.
Wakil Ketua DPD Golkar Bali ini juga belum dapat memastikan waktu pelaksanaan Musda akan dihelat.
“Musda Golkar Bali yang sedianya tanggal 23 Mei ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami belum tahu, bisa 3-4 hari lagi, bisa sebulan tergantung kesiapan Ketum bersama DPP Golkar,” tutupnya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan