Kasus DBD di Kota Denpasar Naik Dua Kali Lipat Sepanjang Maret 2025
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar mencatat sebanyak 264 kasus DBD sepanjang Maret 2025, angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yakni 122 kasus.
Meskipun begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati, mengungkapkan jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2025.
“Kecamatan dengan Case DBD terbanyak adalah Kecamatan Denpasar Selatan,” terangnya, Jumat (4/4/2025).

Sementara itu, mayoritas pasien DBD di Denpasar berasal dari kelompok usia produktif yakni 15-44 tahun.
“Jumlah kasus DBD terbanyak terjadi pada rentang usia 15-44 tahun sehingga bisa juga terkena di luar Denpasar sesuai dengan tempat kerja, karena penyakit DBD bersifat endemis yaitu hampir ada di seluruh wilayah,” imbuhnya.
Musim hujan diduga menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus DBD di Denpasar yang mana peningkatan secara signifikan terjadi sejak bulan Januari 2025.
Beruntungnya, sambung dia, hingga kini tidak ada laporan kematian akibat kasus DBD di Denpasar.
Candrawati menilai, kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala DBD masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit ini di Kota Denpasar, sehingga pasien kerap kali dibawa ke fasilitas kesehatan saat sudah dalam keadaan kritis.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Denpasar terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat serta melakukan fogging massal di berbagai wilayah. Fogging ini telah dimulai sejak 2 April dan akan berlangsung hingga 30 April 2025.
Candrawati juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam mencegah penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta mengenali gejala awal DBD.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Jumantik Mandiri di setiap rumah tangga serta partisipasi aktif warga dalam Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN).
Reporter: Komang Ari
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan