DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Denpasar mencapai 85,11 %. Angka ini membuat IPM Kota Denpasar jadi yang tertinggi di se-Bali.

Hal itu disampaikan saat Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I dengan agenda penyampaian pidato pengantar Wali Kota Denpasar terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Gelar Penertiban Penduduk

Arya Wibawa mengatakan capaian IPM tersebut disumbang oleh peningkatan harapan lama sekolah 14,13 tahun, rata-rata lama sekolah 11,53 tahun, serta peningkatan usia harapan hidup menjadi 75,80 tahun.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Denpasar mencapai 85,11, tertinggi di Bali, didorong oleh peningkatan harapan lama sekolah 14,13 tahun, rata-rata lama sekolah 11,53 tahun, serta peningkatan usia harapan hidup menjadi 75,80 tahun,” ujar Arya Wibawa.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Gelar Bazar Pangan Jaga Stabilitas Harga Jelang Nyepi

Lebih lanjut, peningkatan IPM itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,55 persen, meski inflasi meningkat dari 2,54 persen ke 2,69 persen.

“Pemerintah mengendalikan inflasi melalui panen tanaman, pasar murah, dan pemantauan stok pangan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa juga menyampaikan postur APBD 2024, dirancang untuk keseimbangan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Pendapatan daerah ditargetkan Rp 2,838.618.791.166,00, terealisasi Rp 3,147.884.588.524,74 atau mencapai 110,89 persen.

Baca juga :  BMKG Tunjuk Sanur Kauh Jadi Tuan Rumah Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami

Belanja daerah direncanakan Rp 3,315.230.578.401,00 dengan realisasi Rp 2,866.944.850.553,59 atau sebesar 86,48 persen. Sedangkan mengenai pembiayaan daerah penerimanya direncanakan sebesar Rp 578.635.787.235,00 dengan realisasi sebesar Rp 578.635.787.235,36 atau 100 persen.

Demikian pula dengan pengeluaran pembiayaan daerah yang direncanakan sebesar Rp 102.024.000.000,00 dengan realisasinya sebesar Rp 102.024.000.000,00 atau sebesar 100 persen.

Editor: Agus Pebriana