DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Mantan Gubernur Bali Periode 2018-2023 Wayan Koster mendapat pujian dari Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Wayan Kun Adnyana. Koster dipuji sebagai pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan Budaya Bali.

Pujian ini disampaikan disela-sela Kuliah Umum bertajuk ‘Gen Z Penerus Bali Masa Depan: Membangun Peradapan Masa Depan Bali’, bertempat di Kampus ISI Denpasar, Rabu (22/05/2024). Dalam kuliah itu Koster memjadi pembicara tunggal.

Wayan Kun Adnyana mengatakan Koster memiliki science of belonging tentang bagaimana kebudayaan Bali dijadikan sebagai dasar fondasi pembangunan Bali. Hal ini mengingat Bali tidak memiliki tambang dan kekayaan alam yang bisa dikeruk.

Baca juga :  Rektor ISI Denpasar: Surat Gubernur Bali dan MDA Wujud Apresiasi Kreativitas Yowana Membuat Ogoh-Ogoh Ramah Lingkungan

“Tetapi Bali memiliki budaya yang khas unggul dan unik. Nah Pak Koster menunjukan kepemimpinanya dalam memajukan kebudayaan secara konkrit,” ungkapnya.

Salah satunya adalah membangun ruang ekpresi baru seperti Festival Seni Bali Jani, World Culture Celebration, termasuk juga membangun wahana baru yaitu Pusat Kebudayaan Bali (PKB).

“Sehingga menjadi ada ruang untuk memamerkan karya-karya seni inovasi berbasis kerakyatan yang dilakukan oleh seniman maupun pekerja seni lainya,” terangnya.

Baca juga :  Mahasiswa UNBI: Pak Koster Itu Visioner dan Inspiratif

Hal senada juga disampaikan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Komang Diva Prasetya. Sebagai mahasiswa seni ia mengapresiasi 44 tonggak pembangunan Bali, khususnya dalam bidang kesenian dan budaya yang dicanangkan oleh Wayan Koster.

“Sebagai mahasiswa seni kebijakan pak Koster sangat berpengaruh. Seperti festival Bali Jani. Jika di PKB kesenian tradisional, sementara di Festival Bali Jani lebih modern,” terangnya.

Baca juga :  Koster Terima Anugrah Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha 2024dari ISI Denpasar

Disamping itu, keseriusan Koster membangun budaya dan kesenian Bali terlihat dari pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung. Ia pun berharap Pembangunan tersebut segera rampung.

Sementara itu Mahasiswa ISI Denpasar lainya Yunita Diana mengapresiasi kebijakan Koster yang fokus membangun kesenian dan budaya Bali. Salah satunya adalah bulan bahasa Bali serta dibangunan Pusat Kesenian Bali (PKB).

“Saya sangat mengapreasi dan merasa terbantu oleh kebijakan pak Koster,” pungkasnya.

Reporter: Agus Pebriana