DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya melanjutkan konsep pembangunan yang sudah dilakukan Wayan Koster-Cok Ace selama lima tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan usai acara serah terima jabatan Gubernur Bali dan pengarahan Menteri Dalam Negeri, bertempat di Art Center, Denpasar, Jumat (08/09/2023).

Menurut Tito, konsep pembangunan Bali yang dirancang secara rinci dan detail serta meliputi berbagai aspek mulai dari bidang pariwisata, alam dan sumber daya manusia yang dirancang oleh Wayan Koster-Cok Ace dapat dilanjutkan dan dieksekusi ketika memimpin Bali.

Baca juga :  Pj Gubernur dan Menko AHY Bahas Rencana Pembangunan Subway Bali

“Sehingga saya berpesan kepada Penjabat yang baru teruskan, eksekusi konsep-konsep itu menjadi kenyataan selama setahun ini,” terang Tito Karnavian.

Tito Karnavian pun meminta kepada Penjabat Gubernur Bali agar terus melakukan koordinasi dengan Koster-Ace berkaitan dengan pembangunan Bali. Menurut Tito, pengalaman mereka memimpin Bali selama lima tahun terakhir sangatlah berharga.

Baca juga :  Pj Gubernur Bali Dukung Southeast Asia Open Water Swimming Championship 2024

Tito menjelaskan berdasarkan peraturan undang-undang ada empat batasan Penjabat Sementara salah satunya, tidak boleh membuat kebijakan baru yang berbeda dengan pajabat lama, kecuali atas izin Mendagri.

“Tapi dengan clearnya konsep bapak Wayan Koster, saya sampaikan (kepada Penjabat Made Mahendra), saya tidak akan memberi izin membuat hal-hal yang sangat signifikan baru. Tinggal laksanakan saja apa yang menjadi konsep yang sudah dikerjakan dan lanjutkan saja itu sudah good job,” terangnya.

Baca juga :  Pengembangan LRT Bali Masuk Tahap Penunjukan Mitra Strategis

Seperti diketahui masa jabatan Koster-Cok Ace sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali telah berakhir Selasa (05/09/2023). Mendagri telah menunjuk Sang Made Mahendra Jaya sebagai Penjabat Gubernur Bali sampai Pilkada Bali digelar November 2024.

Reporter: Agus Pebriana
Editor: Gusti Ngurah