DIKSIMERDEKI.COM, DENPASAR, BALI – Kepolisian Daerah (Polda) Bali berencana mengerahkan sebanyak 7191 personil untuk mengamankan proses pemungutan suara di 12.809 tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024.

Hal ini diungkapkan oleh Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono saat Rapat Koordinasi bersama DPRD Bali terkait keamanan Pemilu 2024, Senin (07/09/2023).

Soelistijono mengatakan pengerahan 7191 diambil berdasarkan sejumlah pola mulai dari pola kurang rawan: 2 polisi, 10 Linmas di 5 TPS, pola rawan 2 polisi, 4 Linmas di 2 TPS, pola sangat rawan ; 2 polisi, 4 Linmas di 1 TPS.

Baca juga :  Ditintelkam Polda Bali Sinergi Bersama Media, Jaga Ruang Digital Kondusif

“Berdasarkan pola tersebut maka ada 7191 personil keamanan. Namun berdasarkan rapat terakhir, mungkin jumlah personil nanti akan ada perubahan sehingga menyesuaikan nantinya,” ujar Soelistijono.

Lebih lanjut Soelistijono mengatakan bahwa sejak tahapan Pemilu dilangsungkan, pihaknya sudah melakukan upaya pemetaan potensi kerawanan dalam pemilu.

“Kami telah melakukan cooling system potensi kerawanan dalam Pemilu, mulai dari cyber control, control opini seperti hoax dan provokasi, membuat film pendek terkait pemilu, diskusi, serta himbauan Kamtibmas,” terangnya.

Baca juga :  KPU Bali Minta Masyarakat Cermati Calon Wakil Rakyatnya di DCS

Kapolda Bali, Irjen Pol Ida Bagus Kd Putra Narendra mengatakan saat ini ancaman keamanan pemilu 2024 masih dalam kategori sedang dan aman di Bali. Namun pihaknya akan melihat perkembangan keamanan pada titik-titik tertentu.

Lebih lanjut, Narendra mengatakan pihaknya akan menggencarkan sosialisasi kepada partai politik peserta pemilu dan masyarakat dalam rangka mencegah potensi dan pelanggaran dilakukan dalam Pemilu 2024.

Baca juga :  Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp 23 Miliar, Selamatkan 39.256 Orang

“Kita antisipasi situasi para kontestan maupun masyarakat dalam pemilu dan diharapkan tidak menggunakan tempat ibadah untuk kampanye,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama berharap penyelenggaraan pemilu 2024 dapat dilaksanakan dengan aman dan kondusif di Bali. Hal ini lantaran menurutnya Bali adalah tempat wisata yang dimana keamanan harus diprioritaskan.

“Keamanan (dalam pemilu) termasuk tanggung jawab kita bersama, baik itu pemerintah, kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana