DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Dinas Perhubungan IGW Samsi Gunarta mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai di Bali dalam kategori cukup baik ketimbang daerah lainya di Indonesia.

“Kita sudah melewati batas pesimis (pertumbuhan kendaraan listrik), tapi untuk mencapai target moderat harus ada upaya,” ujar Samsi saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Jumat (04/08/2023).

Baca juga :  Kadishub: Bali Prioritaskan Konversi Taksi ke Listrik, Bukan Tambah Kuota

Samsi menerangkan bahwa populasi kendaraan listrik tercatat atau teregister di Bali sebanyak 3000 ribu unit kendaraan. Sementara diluar register di Bali, menurut Samsi justru lebih banyak.

“Karena home staysion saja untuk mobil 1275 home station. Jadi kelihatannya institusi-institusi militer dan kepolisian juga sudah menggunakan ini (kendaraan listrik) tapi itu tidak tercatat register di Bali,” ungkapnya.

Baca juga :  Toast Arak Bali Awali Langkah Gubernur Koster dan Dubes Korsel Bahas Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Menurutnya untuk memaksimalkan pertumbuhan kendaraan listrik, segala upaya harus dilakukan. Salah satunya adalah ketersedian infrastruktur seperti adanya zona low emission.

“Nah ini pasti berkaitan dengan bagaimana menyediakan lahan parkirnya, bagaimana menyediakan jalanya, bagaimana mengembangkan lokal area manajemen, dan memastikan adanya bisnis oriented design yang didorongkan di kawasan itu,” terangnya.

Baca juga :  Kadishub Bali: Dirjen Hubdat Batasi Layanan Jam Operasional Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Samsi menjelaskan zona low emission yang baru berjalan di Bali hanya di kawasan suci Besakih. Sementara kawasaan lainya masih dalam proses perencanaan.

“Kami berharap sebetulnya (untuk mewujudkan hal tersebut) ada sinergi yang sangat kuat dengan pemerintah Bali, Kabupaten/Kota, dan inisiatif teman teman NGO,” tandasnya.

Reporter: Agus Pebriana
Editor: Nyoman