DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara simbolis melakukan penandatanganan pencanangan literasi serta inklusi pasar modal kepada Desa Adat dan 1000 Pecalang di Bali pada Jumat (2701/2023). Hal ini untuk mencegah masyarakat adat terjerumus investasi ilegal.

Turut ikut dalam penandatangan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI),  PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta PT BRI Danareksa Sekuritas. 

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan pencanangan literasi serta inklusi pasar modal kepada Desa Adat dan 1000 Pecalang di Bali diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai investasi.

Baca juga :  LPD Ranah Hukum Adat, Kejaksaan Diimbau Hati-hati Tangani Aduan

“Agar tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus ke dalam investasi ilegal dan bodong, dan modus-modus penipuan investasi lainya,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Iman mengatakan program literasi dan inklusi pasar modal akan dilakukan secara berkelanjutan sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap Desa Adat dan Pecalang yang sudah menjaga kelestarian adat dan budaya Bali. 

“Sebagai upaya meningkatkan literasi pasar modal, kami berusaha untuk terus bersinergi menggencarkan program-program edukasi ke berbagai pihak,” terangnya. 

Baca juga :  Scalping, Strategi Mengoptimalkan Cuan dari Investasi Saham

Ia pun berharap kedepan dapat terjalin sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat semakin meningkat dan seluruh pihak dapat semakin berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal Indonesia. 

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan mendukung kegiatan edukasi dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi pasar modal.

Hal ini menurutnya agar masyarakat Bali lebih mengenal dan memanfaatkan pasar modal untuk meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi masyarakat Bali. 

Baca juga :  LPD Bermasalah, Selesaikan Dengan Hukum Adat Sebelum Menempuh Hukum Positif

Diketahui berdasarkan data jumlah investor dalam negeri di pasar modal Indonesia tumbuh secara signifikan selama tahun 2022 yang telah mencapai 10.311.152 single investor identification (SID) dan jumlah investor saham sebanyak 4.439.933 SID. 

Meningkatkan investor pasar modal tersebut tentu tidak hanya didorong oleh kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilakukan secara masif, tapi juga karena adanya kemudahan dalam membuka rekening efek yang dapat dilakukan secara online.