DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, mengatakan resesi global tidak akan mengganggu aktivitas pariwisata Bali. Menurutnya, menambah jumlah maskapai ke Bali merupakan salah satu upaya untuk menghindari dampak resesi.

Baca juga :  Okupansi Hotel di Denpasar 40-60 Persen, Tiket Mahal Jadi Kendala

“Resesi itu hanya akan dialami oleh masyarakat low (kelas bawah). Saya kira yang middle up (kelas menengah) itu tidak akan mengalami resesi, mereka akan traveling, apalagi orang Eropa akan selalu berlibur,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (08/10/2022).

Baca juga :  Wagub Cok Ace Ajak ICA Turut Serta Bangun Pariwisata di Tatanan Kehidupan Era Baru

Menurutnya wisatawan dari negara Australia, India, Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura tetap berpotensi menjadi penyumbang kunjungan wisatawan ke Bali. Ia pun menargetkan kunjungan internasional dapat pulih 50 persen pada tahun 2023

“Meskipun negara lain seperti Hongkong mengadakan promosi dan Thailand saingan kita juga melakukan berbagai kegiatan untuk mendatangkan wisatawan. Saya yakin Bali itu masih menjadi tempat favorit karena Bali itu bukan hanya budayanya saja, tapi orang orangnya pertama sangat welcome,” terangnya.