3 Tahun Wizzela Manajemen: From Local Together Growth to International
DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN, BALI – Dua tahun lebih pandemi Covid-19 melanda, Wizzela Manajemen mampu bertahan menghadapi masa-masa sulit. Hingga kini kondisi pariwisata berangsur pulih, Wizzela Manajemen semakin kuat menapak kejayaan.
Berdiri sejak tahun 2017, Wizzela Manajemen hadir atas dorongan keinginan membantu warga lokal pemilik properti untuk mengelola properti mereka.
Sejak tiga tahun lalu, Wizzela Manajemen resmi berada di bawah induk usaha, PT Wizzela Amarta Bali, yang memiliki visi “From Local Together Growth to International”.

Demikian diungkapkan Direktur PT Wizzela Amerta Bali, Romanica Anggela Intanisari saat perayaan 3 tahun PT Wizzela di Hotel Dewi Sinta, Tanah Lot, Tabanan, Senin (15/02/2022).
Hingga kini, Anggela mengatakan sudah ada 16 properti yang dikelola Wizzela Manajemen tersebar di Pulau Bali, Nusa Penida, dan Jawa.
“Kita berdiri tahun 2017, saat itu saya melihat teman-teman lokal memiliki lahan minta saya mencarikan investor. Saya berfikir apa yang bisa kita lakukan, kita orang Bali memiliki tanah kok hanya menyewakan ke investor, kenapa tidak kita kelola bersama,” ungkap Anggela.
Akhirnya didirikanlah Wizzela Manajemen. Anggela menuturkan, awal berdiri dimulai di Nusa Lembongan, kemudian di Nusa Gede. Di Nusa Gede ada 7 properti, Nusa Lembongan ada 6 properti yang dikelola, terdiri dari villa, bungalow dan hotel.
“Kini kita ada di Pulau Bali, kita punya di Ubud, di Jawa kita ada di Bromo. Dan yang spesial adalah di sini, Dewi Sinta Tanah Lot,” ujarnya.
“Semoga ke depan kami bisa semakin berkembang, dan saling membantu pemilik properti agar sama-sama semakin berkembang. Keinginan kami hanya satu, ingin teman-teman pengusaha lokal dapat berkembang bersama,” tandas Anggela.
Hadir dalam perayaan tersebut, Gusti Bagus Damara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tabanan. Gusti Damara mengapresiasi, bahkan mengaku salut Wizzela Manajemen kuat menghadapi dampak pandemi.
“Baru mulai (Wizzela Manajemen) sudah terhantam Covid, saya sangat salut Wizzela dapat bertahan menghadapi masa-masa sulit itu. Spirit juangnya luar biasa. Hingga kini Tanah Lot sudah mulai normal kembali,” ungkapnya.
Pria yang juga pemilik Hotel Dewi Sinta Tanah Lot ini mengatakan pandemi menjadi ‘Kawah Candradimuka’ bagi pelaku wisata Bali, khususnya Wizzela Manajemen.
“Pada saat Covid ini, betul-betul fase pembelajaran luar biasa yang Kita hadapi bersama. Sampai hari ini sampai 3 tahun ini menjadi ‘Kawah Candradimuka’ agar semakin kuat. Mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih besar lagi,” ujarnya.
“Mudah-mudahan ke depannya Wizzela tidak hanya mengelola hotel, restoran, dan villa saja. Mudah-mudahan ke depan dapat mengelola destinasi wisata,” harap Gusti Damara. (wan)

Tinggalkan Balasan