Jadi Kelompok Pemilih Terbesar, KPU Bali Akan Sasar Kelompok Muda
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dalam rangka meningkatkan partisipasi Pemilih saat Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali akan sasar kelompok muda. Hal ini lantaran kelompok muda menjadi pemilih terbesar.
Berdasarkan Komposisi Usia Pemilih Data Pemilihan Berkelanjutan Semester I tahun 2022 KPU Bali, memperlihatkan Komposisi Pemilih muda yang terdiri dari generasi Milenial sebesar 27,59%. Sementara untuk Komposisi Pemilih dari Generasi Z sebesar 30,45%.
Anggota KPU Bali, Gede John Darmawan, mengungkapkan, dalam upaya menggaet pemilih milenial dan generasi Z untuk berpartisipasi dalam pemilu, pihaknya akan menggunakan ruang sosial media sebagai medium kampanye.
“Saat ini kami sedang proses survei, dengan menyebar kuesioner kepada siswa SMA. Sejauh ini data yang kami dapat, memperlihatkan, bahwa mereka mengetahui berita politik dan ajakan tentang kepemiluan itu banyak melalui Media sosial,” terang John Darmawan, di Denpasar, Kamis (29/07/2022).
Untuk itulah, menurut John Darmawan, KPU sebagai penyelenggara Pemilu akan banyak bermain di media sosial dalam rangka menyasar para pemilih muda. Selain melalui kampanye media sosial, pihaknya juga akan melibatkan secara langsung kelompok muda sebagai penyelenggara Pemilu.
“Kami juga membentuk agen-agen Demokrasi. Agen-agen ini Kita bentuk sampai tingkatkan desa. Pada Tingkatkan desa, dari 25 orang, 50% diisi oleh pemilih pemula,” ungkap John Darmawan
Lebih lanjut, John Darmawan, menyampaikan, dari hasil survei yang dilakukan, terdapat kecenderungan pada kelompok muda bahwa keinginan mereka datang ke TPS dipengaruhi oleh ajakan teman sebaya atau seusia mereka.
Disamping itu, pihaknya juga tengah menyiapkan Game Aplikasi dalam bentuk ular tangga Kepemiluan untuk proses sosialisasi kepada kelompok muda.
“Kita modelnya Gaming. Melalui Gaming ini Kita akan agak santai dalam proses sosialisasi. Hal ini karena jika Kita pakai atau bicara materi yang agak berat, maka mereka (kelompok muda) akan terlewatkan. Berdasarkan survei Kita generasi ini (muda) tidak Suka yang berat-berat,” terang John Darmawan
Koordinator Nalar Pemuda dan Mahasiswa (Narmada) Bali, Teddy Chrisprimantara Putra, mengatakan, pendekatan KPU kepada anak muda harus meninggalkan cara-cara konvensional dan kemudian beralih kepada pendekatan yang lebih menarik seperti menggunakan TikTok serta Platform lainnya yang populer di kalangan anak muda.
“Ya ke depan KPU harus banyak-banyak mengajak anak muda untuk kolaborasi lewat platform yang sedang hits di tengah masyarakat,” ungkap Teddy C Putra
Terakhir, ia pun berharap agar Pemilu 2024 mendatang tidak memunculkan Polarisasi di masyarakat sebagaimana pemilu pada tahun-tahun sebelumnya. “Harapannya regulasi-regulasi KPU bisa menciptakan suasana pemilu yang kondusif, lakukan kerjasama dengan berbagai pihak agar polarisasi di masyarakat tidak terjadi seperti saat pemilu 2019,” ungkap Teddy C Putra. (Gus)

Tinggalkan Balasan