Ilustrasi pemilihan. (Ist)

DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Gelaran Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Abiansemal, Badung diprediksi adanya sedikit gesekan. Potensi munculnya ‘riak kecil’ tersebut diharap dapat diantisipasi dengan baik oleh TNI dan Polri. Terutama pada titik dianggap rawan, seperti tempat pemungutan suara atau TPS yang sangat penting untuk diawasi aparat saat pencoblosan.

Ketua Panitia Pilkel Desa Abiansemal, I Nyoman Suryawan mengatakan, dalam Pilkel Desa Abiansemal ini diikuti 8 (delapan) Banjar Dinas. Terdapat 15 (lima belas) TPS yang tersebar di masing-masing banjar, kecuali Banjar Latusari lantaran jumlah penduduknya dikatakan kurang dari 200 orang sehingga digabung ke Banjar Aseman.

Baca juga :  Badung Catat Skor 4,21, Jadi Kabupaten dengan IDSD 2025 Tertinggi Versi BRIN

“Kalau sepintas ada tiga (tiga) titik dianggap bisa terjadi gesekan, yakni di Banjar Pande, Banjar Gunung dan Banjar Purwokerto. Dan hal itu sudah kami sampaikan kepada Bhabinkamtibmas untuk dilakukan pengawasan. Total pemilih kali ini berjumlah 5.995 untuk menggunakan hak suara,” ungkap Nyoman Suryawan kepada wartawan di Abiansemal Badung, Rabu (11/05/2022)

Baca juga :  Gara-gara Coblosan Simetris, Pilkel Angantaka Berakhir Kurang Harmonis

Ia menjelaskan, tidak saja meminta memprioritaskan pengamanan terhadap tiga banjar itu, namun pihaknya juga meminta, di setiap TPS agar dijaga anggota aparat, baik dari TNI maupun Polri. “Harapannya agar Pilkel Abiansemal berjalan kondusif dan aman,” jelas Nyoman Suryawan singkat.

Dikonfirmasi terpisah Danramil Abiansemal I Ketut Darmawan mengatakan, mengantisipasi jika terjadi kisruh pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Polsek Abiansemal dengan melakukan patroli dan maping wilayah sebagai persiapan mengamankan Pilkel.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Pantau Langsung Pelaksanaan Pilkel di Gianyar

“Kalau kita selama ini persiapannya bersinergi dengan Kapolsek Abiansemal dan Camat untuk pengamanan Pilkel itu sendiri,” kata Ketut Darmawan.

Sementara itu Kapolsek Abiansemal Kompol Ruli Agus Susanto,S.H.,M.H menyampaikan, belum berani menyimpulkan, bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda mengkhawatirkan, masih sebatas wajar dan aman. “Sebetulnya belum bisa disampaikan rawan atau tidak, nanti penilaiannya dari Polri. Ini kan operasinya belum, kalau tidak salah Jumat baru mulai,” pungkas Kompol Ruli Agus Susanto. (wan/dm)