Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi persnya. (Foto: istimewa)

DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Satgas Pangan Polri terus mengawasi transaksi minyak goreng yang harganya sedang melambung. Petugas memantau praktik aksi borong pihak tidak bertanggung jawab agar tidak terjadi penimbunan.

“Kita ketahui bersama bahwa Polri dalam hal ini Satgas Pangan sudah dan terus melakukan monitoring dengan kegiatan pengecekan ketersediaan stok,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (25/1).

Baca juga :  Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng, Kapolri Minta Distributor Kirim Stok ke Pedagang

Selain melakukan pemantauan, kata Ahmad, pihaknya juga berkoordinasi langsung dengan pimpinan toko. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk melihat respons pelaku pasar terkait kehadiran program pemerintah ini.

“Kemudian mengirim, meng-interview wawasan manajer toko terkait respon dan kebijakan toko dengan adanya program pemerintah,” imbuhnya.

Baca juga :  Kemendag Buka Hotline Pantau Implementasi Minyak Goreng Satu Harga

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan aktivitas konsumen di lapangan. Ahmad memastikan adanya penegakan hukum bagi para pelanggar aturan.

“Bilamana ada informasi melakukan stok aksi borong, akan dilakukan penindakan,” jelas mantan Kabid Humas Polda Babel itu.

Ahmad menuturkan, kesediaan minyak goreng  terpantau aman di sejumlah wilayah. Antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, dan Sulawesi Utara.

Baca juga :  Satgas Pangan Polri Ungkap Kekosongan Stok Minyak Goreng, Ini Penyebabnya

Sejauh ini, kata Ahmad, aktivitas transaksi masyarakat untuk minyak goreng masih terpantau aman. Dia mengungkapkan, pihaknya belum menemukan aksi borong pembelian minyak goreng.

“Tidak ditemukan aksi borong dan antrean pembelian minyak goreng,” pungkas Ahmad. (*/sin)