DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster memberi apresiasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 6 Tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu, yang mengatur ruang lingkup pengaturan Raperda tentang retribusi perizinan tertentu, retribusi ijin proyek, retribusi ijin usaha perikanan, dana kompensasi penggunaan tenaga asing, insentif pemungutan, peninjauan retribusi, ketentuan pendidikan dan ketentuan pidana. 

Sehingga kedepan Bali menjadi sumber pendapatan daerah asli daerah, sekaligus memiliki basis pendapatan daerah yang lebih memadai dalam rangka mendukung sumber pendapatan asli daerah sebagai upaya bersama dalam mendanai pembangunan di Bali dalam mewujudkan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. 

Baca juga :  Gubernur Koster Gandeng Polda Bali Tangani Kasus Wisman Nakal, Narkoba dan Judi Online di Bali

Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat membacakan Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA. 2021, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/9). 

Baca juga :  Gubernur Koster Raih People of The Year 2021, Best Governor for Healthcare and Action Against Pandemic

Gambaran umum rancangan perubahan APBD tahun 2021, menyebutkan bahwa pendapatan daerah dalam APBD 2021 sebesar 6,035 triliun berkurang menjadi 5,9 triliun.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menambahkan bahwa belanja daerah APBD tahun anggaran 2021 yang semula sebesar 8,5 triliun menjadi 8,2 triliun. Sementara defisit APBD sebesar 2,5 triliun menjadi 2,2 triliun.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa Raperda terkait perubahan APBD memedomani Perda Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021.

Baca juga :  Dua Tahun Vakum, Karang Taruna Bali Akan Ditata Ulang

“APBD induk 2021 mengalami perubahan proyeksi karena adanya kebijakan pemerintah pusat agar daerah fokus kepada penanganan kasus Covid-19,” pungkasnya. (*/sin)