DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kesehatan dalam pengelolaan menjadi aspek penting dan penentu keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), lembaga keuangan milik desa adat di Bali. Karena dengan pengelolaan yang sehat akan memberikan kepercayaan nasabah dan masyarakat, dimana kepercayaan tersebut pada akhirnya akan berbuah benefit dan profit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala LPD Desa Adat Kesiman I Wayan Rayun, salah satu LPD berhasil yang ada di Kota Denpasar saat membagikan kiat suksesnya dalam memajukan LPD Desa Adat Kesiman yang dikelolanya.

“Yang paling penting adalah Kesehatan. Tingkat Kesehatan pengelolaan LPD. Meskipun laba besar tetapi pengelolaan tidak sehat, semisal, kita pun juga akan sulit. Makanya kita prioritaskan tingkat Kesehatan,” ungkap Rayun saat ditemui di Kantor LPD Kesiman, Denpasar, Jumat (30/7).

Kesehatan sistem pengelolaan LPD tersebut, terang Wayan Rayun, dapat dilihat dari berbagai aspek seperti permodalan, likuiditas, dan manajemen. Dari penilaian itu, Rayun memaparkan saat ini LPD Kesiman termasuk kedalam kategori LPD yang sehat. 

Baca juga :  LPD Ranah Hukum Adat, Kejaksaan Diimbau Hati-hati Tangani Aduan

“Itulah yang penting bagi kami, keuntungan nomor dua. Dalam organisasi yang penting sehat, apalagi kondisi pandemi. Kita analogikan seperti manusia, kalau sudah sehat, apapun bisa diperbuat,” pungkasnya. 

Untuk menjaga prestasi itu, menurut Rayun ada tiga aspek penting yang dilakukan LPD Kesiman. Hal itu pula yang ingin dibagikannya kepada LPD lain di Bali yang sedang dalam kondisi membangun.

Hal pertama menurutnya adalah membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, yaitu pegawai yang mampu memberikan pelayanan baik kepada nasabah. 

“Untuk itu kita perlu ada pelatihan-pelatihan bagaimana memberikan pelayanan terhadap nasabah. Kita memanggil instruktur,” jelasnya.  

Selain itu, dalam rangka menjaga loyalitas pegawai agar dapat maksimal memberikan pelayanan, LPD Kesiman memberikan rangsangan dengan program uang pensiun serta insentif bagi yang berprestasi.

Baca juga :  Dukung LPD Kapal Bangkit, Kejari Badung Beri Pembinaan Hukum

“Nah SDM inilah yang perlu dibangun awal,” tegas Rayun.

Kedua, sambung Rayun, integritas menempati posisi yang sangat penting. Dengan adanya integritas pemimpin dan pegawai, tingkat kepercayaan nasabah untuk menempatkan uang nya di LPD akan tinggi. Hal itu menurutnya akan meningkatkan keuntungan (laba).

“Uang nya yang satu rupiah (Rp 1) ditabungkan ya tercatat lah segitu. Sehingga timbal baliknya semakin percaya. Semakin percaya semakin bertambah tabungan dan deposito, gitu,” tuturnya.

Ketiga Teknologi Informasi (IT). dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang, pelayanan kepada nasabah akan lebih maksimal. Dengan adanya IT, akurasi data akan lebih baik, pelayanan lebih cepat, akses data-data nasabah lebih cepat serta transaksi juga akan lebih mudah. 

Baca juga :  Korupsi LPD Kekeran, Kejari Badung Tetapkan 3 Tersangka

“Itu juga akan meningkatkan loyalitas nasabah. Itu yang kami lakukan disini. Dengan adanya itu, kita berpacu, bagaimana kita supaya jangan sampai kita kendor. Supaya nanti kita tetap tata hubungan kita terbaik keuntungan terbaik, asset kita terbaik. Berpacu lah dia,” katanya.

Di lain sisi, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Rayun mengungkap saat ini LPD Desa Adat Kesiman tetap mampu mempertahankan untuk mendapatkan keuntungan (laba). Ada pun aset yang dikelola saat ini telah mencapai Rp 330 miliar.

“Sampai dengan semester I, dalam kondisi pandemic (covid-19,-red) kita masih tetap sesuai dengan target, bahkan lebih. Artinya Lebih dari target yang direncanakan. Walaupun pandemi tapi kita tetap mempertahankan keuntungan (laba).”

“Sementara aset kta ada peningkatan meskipun dalam kondisi pandemi. Ini terkait dengan kepercayaan masyarakat kita,” tutupnya. (Pan/Dhy)