DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali menargetkan penanaman 500 pohon beringin (Ficus benjamina) di sejumlah wilayah Bali dalam kurun waktu satu tahun.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengusaha muda untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan alam Bali.

Gerakan lingkungan itu diawali dengan persembahyangan bersama di Penataran Agung Pura Besakih, Karangasem, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan 95 pasang sepatu kepada anak-anak penerima manfaat di Kabupaten Karangasem dan Bangli.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih bersama jajaran pengurus dan anggota HIPMI dari kabupaten/kota se-Bali.

Pelaksanaannya dikoordinasikan Bidang 3 BPD HIPMI Bali yang dipimpin I Ketut Sae Tanju.

HIPMI Bali memilih pohon beringin karena dinilai memiliki fungsi ekologis penting bagi lingkungan. Selain memberikan keteduhan, pohon ini menjadi sumber pakan dan habitat bagi sejumlah satwa, khususnya burung.

Di samping itu, kelompok pohon Ficus juga dikenal berperan dalam mendukung keanekaragaman hayati.

HIPMI Bali menyebut penelitian yang disampaikan IPB University menunjukkan sedikitnya 18 spesies burung memanfaatkan pohon Ficus sebagai sumber pakan maupun bagian dari habitatnya.

Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih mengatakan penanaman 500 pohon tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesesuaian lokasi, karakteristik lahan, ketersediaan air, serta ruang tumbuh akar.

Selain menanam, HIPMI Bali juga menekankan pentingnya pemeliharaan dan pemantauan agar gerakan tersebut tidak berhenti pada penanaman simbolis.

Agung Bagus Pratiksa Linggih menegaskan, gerakan ini merupakan langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan di kalangan pengusaha muda.

“Semangat tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada seluruh anggota HIPMI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.

Menurut HIPMI Bali, dunia usaha tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan keuntungan, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam menjaga serta memulihkan lingkungan.

Gerakan ini juga dilandasi pandangan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan alam Bali.

Selain agenda lingkungan, penyerahan 95 pasang sepatu kepada anak-anak di Karangasem dan Bangli menjadi bentuk kepedulian sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan dan keseharian para penerima manfaat.

HIPMI Bali berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang menggabungkan kepedulian sosial dan tanggung jawab ekologis.

Adapun kegiatan ini turut mendapat dukungan Komlekdam IX/Udayana dan Bala Putra Basuki Besakih.

Editor: Agus Pebriana