DIKSIMERDEKA.COM BANGKOK Surga wisata dunia di Thailand , Phuket, mendadak berubah menjadi arena bencana yang mencekam! Banjir bandang dahsyat bercampur lumpur tebal dan bebatuan mengamuk meluluhlantakkan kawasan Patong setelah hujan ekstrem tanpa henti mengguyur ujung tombak wisata Thailand ini seharian penuh. Terjangan air bah ini tak ampun menyapu bersih jalanan, menghancurkan deretan rumah warga, hingga merendam kendaraan setelah kawasan tersebut dihantam curah hujan yang menembus angka fantastis 117mm hanya dalam waktu 24 jam, Senin dini hari WIB (26/10/2026).

Baca juga :  Korban Tanah Longsor di Kemoning Karangasem Berhasil Dievakuasi

Terjangan air pekat yang meluncur deras dari perbukitan Khao 50 Pi menghantam area sekitar Makro Nanai di Distrik Kathu sekitar pukul 03.05 waktu setempat. Endapan puing dan material longsor menumpuk tebal. Sejumlah rumah, pertokoan, hingga mobil dan sepeda motor dilaporkan hancur dihantam material banjir yang mengalir deras.

Sistem pemantau air Phuket mencatat rekor curah hujan yang luar biasa ekstrem. Wilayah Ban Na Yai menjadi titik terparah dengan terjangan hujan mencapai 117mm dalam kurun waktu 24 jam. Kondisi ini membuat genangan merendam ruas Jalan Thepkrasattri hingga terputus total dan tidak bisa dilewati kendaraan kecil. Kelumpuhan lalu lintas juga meluas ke kawasan Rawai, Chalong, Choeng Thale, Distrik Thalang, dan Mueang Phuket.

Baca juga :  Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Orang, Pemerintah Berjanji Selamatkan Korban Sebanyak Mungkin

Siaga Tinggi Ancaman Bencana Susulan

Begitu air mulai surut pada Senin pagi, petugas dari Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Provinsi Phuket bersama tim kebersihan lokal langsung turun tangan. Mereka memobilisasi personel dan alat berat untuk mengeruk material lumpur, membersihkan puing-puing, serta memulihkan akses lingkungan agar aktivitas warga bisa kembali normal.

Baca juga :  Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerusakan Diperkirakan Capai Rp667 Triliun

Di tengah upaya pemulihan, Departemen Meteorologi Thailand merilis peringatan . Hujan lebat dan badai lokal diprediksi masih akan terus menghantam wilayah selatan Thailand hingga 28 Oktober.

Otoritas cuaca mewanti-wanti potensi banjir bandang susulan, limpasan air cepat, dan tanah longsor, terutama di lereng kaki bukit yang berdekatan dengan aliran air. Seluruh warga dan turis di area berisiko tinggi diinstruksikan untuk memantau kondisi secara ketat dan dilarang keras menerobos rute banjir yang dalam atau berarus deras.