DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Warga di kawasan Pasifik kembali dibuat ketar-ketir. Sebuah Gempa Vanuatu berkekuatan raksasa dilaporkan baru saja mengguncang perairan sekitar 200 kilometer di sebelah barat Sola, Sabtu (24/10/2026) siang waktu setempat.

Dilansir dari ABC, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, guncangan pertama terjadi pada pukul 12:31 AEST. Awalnya, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mencatat kekuatan gempa ini mencapai Magnitudo 7,2, sebelum akhirnya dimutakhirkan oleh USGS menjadi Magnitudo 6,9. Mengerikannya lagi, berselang lima menit kemudian, gempa susulan berkekuatan M 6,3 kembali menghantam dengan kedalaman dangkal hanya 10 kilometer.

Baca juga :  Gempa 7,6 Guncang Tenggara Bitung, BMKG: Berpotensi Tsunami

Rentetan gempa kembar ini memaksa otoritas berwenang langsung membunyikan alarm bahaya. Peringatan dini tsunami resmi dikeluarkan bagi seluruh garis pantai yang berada di bawah radius 300 kilometer dari titik pusat gempa.

Baca juga :  Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Ancaman Gelombang Berbahaya di Pesisir

PTWC menegaskan bahwa gelombang tsunami yang berbahaya sangat mungkin menyapu wilayah pesisir di sekitar episentrum. Mereka memprediksi negara kepulauan Vanuatu menjadi wilayah utama yang berpotensi terdampak hantaman air laut.

“Orang-orang yang berada di wilayah pesisir yang terancam harus tetap waspada terhadap informasi dan mengikuti instruksi dari otoritas nasional dan lokal,” tegas peringatan resmi dari PTWC.

Baca juga :  Gempa M5,1 Timbulkan Guncangan Kuat Selama Beberapa Detik

Meski alarm bahaya meraung di kawasan Pasifik Selatan, negara tetangga seperti Australia dipastikan bisa bernapas lega. Biro Meteorologi Australia (BOM) mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada ancaman tsunami yang mengarah ke wilayah perairan maupun daratan Negeri Kanguru tersebut.