Gempa Panama M 7,7 Bikin Kepanikan Massal! Gedung Pencakar Langit Bergetar, Presiden Mulino Sebut Bencana Besar
DIKSIMERDEKA.COM PANAMA CITY Peristiwa Gempa Panama yang mengguncang pada hari Jumat
(9/10/2026) waktu setempat benar-benar sukses bikin warga jantungan dan memicu kepanikan massal yang luar biasa di ibu kota. Gempa bumi berkekuatan dahsyat Magnitudo (M) 7,7 ini menghantam wilayah selatan Panama, merusak banyak bangunan, dan memaksa ribuan orang lari kocar-kacir mengevakuasi diri ke jalanan demi menyelamatkan nyawa dari gedung-gedung pencakar langit yang selama ini jadi ikon kemegahan Panama City. Beruntungnya, meski guncangan terasa sangat mengerikan, negara yang menjadi urat nadi perdagangan maritim dunia ini tampaknya berhasil lolos dari bayang-bayang kehancuran total maupun jatuhnya korban jiwa massal yang sempat dikhawatirkan banyak pihak.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan mematikan ini terjadi di kedalaman yang terbilang cukup dangkal, yakni hanya sekitar 12,6 kilometer (7,8 mil). Titik episentrumnya dilaporkan berada di sebuah daerah yang jarang penduduknya, berjarak sekitar 200 kilometer (124 mil) dari pusat ibu kota, Panama City. Guncangannya pun tak main-main, terasa sangat kuat dan dilaporkan berlangsung selama sekitar satu menit penuh, waktu yang terasa bagai neraka bagi mereka yang tengah berada di dalam gedung bertingkat tinggi.
Di pusat kota Panama City, pemandangan ngeri dan horor tersaji nyata di depan mata. Warga berhamburan dari gedung-gedung pencakar langit, berdesakan mencari titik aman di ruang terbuka. “Saya sangat takut karena guncangannya amat kuat dan berlangsung cukup lama. Benda-benda berat di ruangan seperti lemari laci, tempat tidur, dan semua peralatan dapur bergetar hebat tak karuan,” ungkap Salomon Andion, seorang warga berusia 46 tahun, kepada kantor berita Agence France-Presse dengan napas terengah-engah setelah dirinya berhasil turun dan mengevakuasi diri dari gedung apartemennya yang menjulang setinggi 15 lantai.
Air Kolam Renang Tumpah dari Atas Gedung, Infrastruktur Jalan Ambruk
Kengerian dari guncangan gempa bumi ini terekam dengan sangat jelas dan seketika viral di jagat maya. Sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan pemandangan mencekam, di mana air tumpah ruah dan menyembur dari kolam renang rooftop (atap) sebuah gedung mewah yang tingginya mencapai lebih dari 20 lantai, seolah-olah air tersebut diaduk oleh tangan raksasa. Video amatir lainnya yang tak kalah mengerikan menunjukkan sebuah jembatan vital yang melintang di atas Terusan Panama bergoyang keras dan brutal. Namun, ajaibnya struktur baja jembatan itu tetap berdiri tegak meski sejumlah kendaraan tengah nekat melintas di atasnya saat bumi sedang berguncang hebat.
Melihat sejumlah infrastruktur yang babak belur akibat bencana ini, Presiden Panama, Jose Raul Mulino, sama sekali tak menutupi situasi gawat yang sedang dihadapi negaranya. Dalam pernyataan resminya, orang nomor satu di Panama itu dengan nada tegas mengatakan, “Kita sedang menghadapi bencana besar,” seraya menambahkan fakta pahit bahwa beberapa ruas jalan strategis di negaranya telah “ambruk total” dan tak bisa lagi dilewati kendaraan apa pun.
Bagi warga biasa, momen mencekam itu tak ubahnya mimpi buruk di siang bolong. Juana Alveo, seorang kasir perempuan berusia 38 tahun yang bekerja di sebuah toko di kota Penonome, provinsi Cocle tengah, mengisahkan teror yang dialaminya dengan nada gemetar menahan tangis. “Rasanya sungguh mengerikan, tidak seperti apa pun yang pernah kami alami seumur hidup. Anak perempuan saya bahkan sempat terjebak di dalam sekolahnya,” ucapnya penuh cemas memikirkan nasib sang buah hati.
Kerugian Ekonomi Mengancam, Lalu Lintas Ibu Kota Lumpuh Total
Dalam jam-jam kritis berikutnya, teror nyatanya belum benar-benar usai dari tanah Panama. Tercatat ada lebih dari 40 gempa susulan terus merongrong dan menggoyang negara isthmus tersebut, membuat warga trauma dan enggan kembali beraktivitas ke dalam ruangan. Ajaibnya, di tengah kepanikan massal tersebut, objek vital ekonomi dunia seperti operasional Terusan Panama yang legendaris dan tambang tembaga raksasa Cobre Panama dilaporkan tetap bisa berjalan normal tanpa gangguan struktural yang berarti. Tak hanya itu, otoritas Bandara Internasional Tocumen juga langsung mencabut status penangguhan penerbangannya tak lama setelah dirasa aman.
Namun, di pusat bisnis elite downtown Panama City, masalah baru justru muncul dan memicu sakit kepala masal bagi para pekerja. Ribuan pekerja kantoran yang tumpah ruah mengevakuasi diri ke jalanan kini pusing tujuh keliling memikirkan cara untuk pulang ke rumah di tengah kemacetan lalu lintas yang mengular panjang dan kacau balau. Juan Sanchez, seorang pegawai Kementerian Ekonomi yang baru berusia 37 tahun, hanya bisa pasrah duduk di pinggir trotoar menunggu bus yang ia sendiri ragu akan pernah datang menjemputnya. “Mereka telah mengevakuasi semua gedung-gedung tinggi ini. Semua orang sekarang berada di luar ruangan. Nah, sekarang masalah utamanya adalah, bagaimana caranya kita bisa pulang?” keluhnya melihat kondisi jalan raya yang nyaris lumpuh total.
Dari segi evaluasi teknis, Nestor Luque, yang menjabat sebagai Direktur Institut Geosains Nasional di Panama City, menghitung bahwa getaran kuat gempa ini terjadi selama kurang lebih 40 detik berturut-turut, meski ia tak menampik bahwa di beberapa daerah lain durasinya mungkin dirasakan jauh lebih lama oleh warga. Sementara itu, berdasarkan data paparan risiko yang dirilis oleh pihak USGS, diperkirakan ada sekitar 43.000 warga Panama yang tinggal menetap di daerah-daerah dengan tingkat paparan guncangan yang sangat parah.
USGS bahkan memprediksi secara ngeri bahwa kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat hantaman bencana alam dahsyat ini bisa menggerus angka 1% hingga 10% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara Panama. Penderitaan warga pun makin bertambah berkali-kali lipat kala penyedia layanan listrik utama, Naturgy, melaporkan adanya pemadaman listrik secara meluas yang membuat enam provinsi seketika gelap gulita.
Alam Mendahului Simulasi Bencana, Amerika Serikat Siap Turun Tangan
Fakta ironisnya, pemerintah Panama sebenarnya baru saja menjadwalkan gelaran latihan evakuasi nasional alias simulasi bencana skala besar pada hari Senin pekan depan. Latihan ini sejatinya dirancang khusus oleh pemerintah untuk menguji sejauh mana kesiapan dan respons darurat aparat negara dalam menghadapi bencana. Namun, alam rupanya punya kehendak lain dan memilih menguji kesiapan mereka secara nyata jauh lebih cepat dari jadwal di atas kertas.
Mengingat gempa bumi berkekuatan besar di atas magnitudo 7 belumlah menjadi hal yang lazim atau sering terjadi di wilayah daratan Panama, tak heran jika beberapa penduduk lansia sampai tak kuasa menahan tangis histeris ketakutan saat mereka dibopong dan dievakuasi ke jalanan yang dianggap lebih aman.
Merespons tragedi yang menimpa negara tetangganya ini dari luar negeri, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, langsung turun gunung menyikapi insiden tersebut. Melalui akun media sosial pribadinya, diplomat senior itu menuliskan pernyataan tegas bahwa pihaknya tengah “memantau laporan dengan saksama” terkait perkembangan kerusakan akibat gempa tersebut, sekaligus memastikan bahwa pemerintah AS akan selalu siap siaga untuk memberikan bantuan logistik maupun tenaga ahli jika pemerintah Panama membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan