DIKSIMERDEKA.COM ROMA Laga big match pembuka UEFA Nations League 2026-27 langsung menyuguhkan drama tingkat tinggi. Italia vs Belgia akan berduel di Stadio Olimpico, Roma,Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Ini Bukan sekadar pertarungan tiga poin di Grup 1 Liga A, laga ini adalah ajang pembuktian dua raksasa Eropa yang tengah membangun puing-puing kehancuran mereka bersama nakhoda baru.

Italia datang dengan luka lama gagal menembus Piala Dunia 2026, sementara Belgia yang baru saja ditinggal Rudi Garcia usai didepak Spanyol di perempat final, kini dikomandoi oleh sang ‘Jenderal’, Mark van Bommel.

Era Baru Gli Azzurri: Kembalinya Sang Allenatore Flamboyan

Kegagalan beruntun menembus dua ajang Piala Dunia (2022 dan 2026) memaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil langkah drastis. Setelah eksperimen singkat bersama Silvio Baldini, Gli Azzurri kembali ke pelukan Roberto Mancini. Pria yang mempersembahkan trofi Euro 2020 ini dipanggil pulang dari Arab Saudi untuk memimpin proyek renaisans di Coverciano.

Mancini tidak membuang waktu. Dalam 34 nama skuad terbarunya, ia melakukan perombakan radikal dengan memanggil 10 pemain yang merumput di luar Serie A. Tanpa Alessandro Bastoni (skorsing) serta trio Federico Dimarco, Bryan Cristante, dan Manuel Locatelli yang cedera, Mancini berani bertaruh pada darah muda. Nama-nama kejutan seperti Michael Kayode (Brentford), Alessandro Romano (Cagliari), hingga Mohamed Ali Zoma (Nurnberg) siap memberikan warna baru.

Baca juga :  Belgia Bangkit Dramatis! Tertinggal 0-2, Tielemans Antar Red Devils Singkirkan Senegal 3-2

Di lini depan, absennya Mateo Retegui memaksa Mancini memutar otak. Kabar baiknya, duet Moise Kean dan striker belia Inter Milan, Francesco Pio Esposito, berpeluang turun sejak menit awal dalam skema trisula 4-3-3. “Kami memiliki banyak opsi dan para pemain sangat bersemangat, saya harap bisa membuat pilihan yang tepat,” tegas Mancini jelang laga.

Jenderal Van Bommel Turun Gunung Pimpin Setan Merah

Di kubu lawan, Red Devils (Julukan Timnas Belgia) memulai transisi di bawah arahan Mark van Bommel. Mantan arsitek PSV dan Antwerp ini bukan sosok asing bagi publik Italia. Kembali ke Stadio Olimpico akan membangkitkan memori manis saat ia merengkuh Scudetto 2010-11 bersama AC Milan. Kini, sang legenda dituntut menularkan mentalitas juaranya ke skuad Belgia.

Van Bommel diwarisi skuad yang sedang regenerasi pasca-pensiunnya Axel Witsel dan mundurnya Mats Selz. Tanpa Thibaut Courtois yang sedang rehat, serta badai cedera yang menimpa Amadou Onana, Leandro Trossard, dan Jeremy Doku, Belgia akan mengandalkan kombinasi veteran dan wonderkid.

Kreativitas Kevin De Bruyne dan ketajaman Romelu Lukaku tetap menjadi poros utama, namun masuknya talenta segar seperti Mika Godts (PSG) dan Romeo Lavia (Chelsea) membuat serangan Belgia berpotensi jauh lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lini belakang Italia.

Baca juga :  Hasil Portugal vs Wales 1-0 : Laga Tanpa Selebrasi Siu Cristiano Ronaldo

Perebutan Masa Depan: Misi Mancini Membujuk Tresoldi

Laga ini juga diwarnai bumbu di luar lapangan terkait masa depan wonderkid Club Brugge, Nicolò Tresoldi. Pemain kelahiran Italia yang besar di Jerman ini tengah menjadi rebutan.

Mancini secara terang-terangan sedang melancarkan gerilya agar sang striker yang sudah mencetak 12 gol untuk Timnas Jerman U-21 itu mau membelot membela Azzurri. “Dia bilang saat ini dia merasa 50 persen Italia dan 50 persen Jerman. Semoga pada bulan Juni (2027) nanti, dia akan merasa 51 persen Italia,” ungkap Mancini dengan penuh harap.

Analisa Taktik dan Prediksi Line Up

Duel taktik antara penguasaan bola progresif khas Mancini melawan pragmatisme agresif Van Bommel akan menjadi kunci. Italia diprediksi akan mencoba menguasai lini tengah melalui Barella dan Tonali, memanfaatkan lebar lapangan lewat pergerakan Kayode. Di sisi lain, Belgia akan memanfaatkan transisi cepat, mencari ruang di belakang garis pertahanan Italia yang dikawal Calafiori.

Baca juga :  Prediksi Serbia vs Yunani di Nations League A : Duel Pelampiasan Sakit Hati Dua Pesakitan Piala Dunia

Prediksi Susunan Pemain Italia (4-3-3): Donnarumma (C); Kayode, Mancini, Scalvini, Calafiori; Barella, Tonali, Frattesi; Inacio, P. Esposito, Kean.

Prediksi Susunan Pemain Belgia (4-2-3-1): Lammens; Castagne, De Winter, Theate, De Cuyper; Tielemans (C), Lavia; Lukebakio, De Bruyne, Godts; Lukaku.

Prediksi Skor Akhir

Proses adaptasi adalah musuh utama kedua tim saat ini. Taktik Mancini di periode keduanya butuh waktu untuk meresap ke para pemain baru, sementara Van Bommel juga masih mencari pakem ideal tanpa kehadiran beberapa pilar utama di sektor penjaga gawang dan sayap.

Laga akan berjalan alot di lini tengah. Belgia berbahaya lewat serangan balik mematikan De Bruyne ke Lukaku, namun antusiasme darah muda Italia di depan publik sendiri akan memberikan perlawanan sepadan.

Prediksi Skor: Italia 1-1 Belgia