DIKSIMERDEKA.COM SINGAPURA – Jutaan akun bodong Meta akhirnya berhasil diberangus sebelum memakan korban. Berkat informasi intelijen yang jitu dari Kepolisian Singapura (Singapore Police Force/SPF), raksasa teknologi Meta( induk perusahaan Facebook dan Instagram)sukses membredel 3,64 juta “halaman cangkang” atau akun palsu pada Juli lalu.

Bagi orang awam, halaman-halaman ini awalnya tidak terlihat mencurigakan sama sekali. Halaman tersebut dibiarkan tertidur pulas; tampak sunyi, kosong, dan sama sekali tidak berbahaya karena tidak memuat iklan apalagi postingan yang aneh-aneh.

Namun, di balik layar, ancamannya sangat mengerikan. Hanya dalam sekejap mata, sindikat penipu bisa “membangunkan” jutaan akun tersebut secara serentak. Mereka lalu mengatur serangan penipuan massal lintas Facebook dan Instagram untuk mengelabui ribuan warga yang tak sadar sedang masuk perangkap.

Baca juga :  Siber RI Bolong, AS Turun Tangan: Duit Rp160 Miliar Digelontorkan

Modus “Tidur” Hindari Pelacakan Keamanan

Dalam press release pada 22 September lalu, pihak Meta membeberkan secara blak-blakan tindak tegas mereka terhadap jaringan sindikat penipuan yang beroperasi dari Januari hingga Juni 2026.

Halaman-halaman cangkang ini sebelumnya sudah diendus oleh Kepolisian Singapura sebagai modus ancaman gaya baru. Akal bulusnya begini: sindikat sengaja membuat akun bodong Meta ini lalu mendiamkannya dalam keadaan kosong agar wujudnya tidak bisa dibedakan dengan halaman asli milik pengguna biasa.

Cara ini membiarkan usia akun makin menua tanpa memicu alarm peringatan keamanan dari sistem Meta, yang biasanya sangat ketat dan sensitif terhadap akun-akun yang baru dibuat.

Baca juga :  Trump Bongkar Dokumen Rahasia: Klaim Sistem Pemilu AS Punya Celah Serius

Begitu tombol operasi ditekan, halaman-halaman “tidur” ini akan langsung saling berinteraksi satu sama lain. Mereka saling memberi like atau komentar palsu untuk membangun citra seolah-olah mereka adalah akun yang sah dan terpercaya, sebelum akhirnya meluncurkan kampanye penipuan yang terkoordinasi rapi di media sosial.

Kemitraan Bongkar Ekosistem Penipu dan Kerugian Triliunan Rupiah

Dilansir The Strait Times, selama dua tahun terakhir, Meta menegaskan telah membangun kemitraan pertukaran informasi dengan Kepolisian Singapura. Kerja sama ini menjadi kunci utama yang membantu para penyidik Meta melacak, mengidentifikasi, dan menghancurkan seluruh ekosistem penipu hingga ke akar-akarnya.

Sepanjang paruh pertama tahun 2026, kolaborasi solid ini telah membuahkan hasil nyata berupa penindakan terhadap 113.000 akun dan halaman yang terafiliasi dengan penipuan di Facebook dan Instagram. Selain itu, ada 33.600 akun penipuan kedok e-commerce dan 3,6 juta akun bodong Meta yang sukses digulung sebelum mereka sempat diterjunkan ke “medan perang” untuk mencari mangsa.

Baca juga :  Meta Akui AI Sempat Bobol Sistem Perusahaan Lain, Dunia Siber Dibuat Geger

Meski begitu, sindikat penipuan nyatanya masih menjadi penyakit kronis di Singapura. Mengutip data resmi, terdapat 16.821 kasus penipuan yang dilaporkan sepanjang paruh pertama 2026. Kerugiannya pun tak main-main, para korban harus merelakan uang mereka raib hingga lebih dari 410 juta dolar Singapura, atau jika dirupiahkan angkanya tembus hingga Rp5,73 triliun! Sebuah angka fantastis yang membuktikan betapa berbahayanya sindikat penipu di dunia maya saat ini.