DIKSIMERDEKA.COM NEWYORK Aksi solidaritas Ms Rachel donasi Palestina kini resmi menjadi sorotan dan memanaskan panggung hiburan global! Bintang YouTube idola anak-anak bernama asli Rachel Accurso ini bikin geger jagat maya usai mengumumkan akan menyamai sumbangan rapper Macklemore senilai 1 juta Dolar AS (sekitar Rp 17,7 Miliar) untuk organisasi pendukung warga Palestina. Tak cuma pamer kantong tebal, ia melontarkan sentilan tajam yang menantang para figur publik lainnya untuk tak cuma diam dan segera turun tangan.

Gebrakan berani Ms Rachel ini lahir sebagai bentuk perlawanan setelah Macklemore secara tragis didepak sebagai artis pembuka tur konser Ed Sheeran. Dosa Macklemore? Hanya karena ia berteriak “Bebaskan Palestina” di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey. Tak terima dibungkam, sang rapper berjanji akan menyumbangkan seluruh pendapatannya dari tur Sheeran tersebut ke sejumlah organisasi yang fokus membantu rakyat Palestina.

Ngerinya Korban Gaza dan Sentilan Tajam untuk Artis ‘Privilege’

Bagi Ms Rachel yang memiliki lebih dari 21 juta subscribers di YouTube, penderitaan anak-anak Gaza di tengah gempuran Israel sudah di ambang batas kewajaran. Dana Rp 17,7 Miliar darinya akan disalurkan langsung ke Palestine Children’s Relief Fund.

Melalui akun Instagram-nya, ia menuliskan realita pahit yang bikin miris: “Lebih dari 20.000 anak Palestina yang berharga telah terbunuh, dan anak-anak terus dibunuh setiap hari.”

Baca juga :  Akhirnya! Militer Israel Ngaku Tembaki Mobil Yang Tewaskan Bocah 5 Tahun

Sebagai pendidik dan penghibur anak, Ms Rachel menegaskan bahwa diam bukanlah pilihan. Ia bahkan secara blak-blakan menyentil rekan-rekan selebritasnya. “Kita punya kewajiban moral untuk menggunakan “Privilege” dan platform kita demi melindungi anak-anak dan hak asasi manusia,” tulisnya, sembari mendesak “setiap selebritas kulit putih kaya” untuk menyamai nilai donasinya.

Buntut Panjang Pemecatan Macklemore: Dicibir Pink, Didepak Pemilik Stadion

Macklemore kini menjadi simbol perlawanan baru di industri musik. Pada konser 4 September lalu, pidato dua menitnya sukses bikin panas kuping kelompok pro-Israel.

“Bebaskan Palestina! Saya ingin kata-kata itu terdengar keras dan jelas, agar orang-orang di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kita tidak melupakan mereka,” lantang Macklemore hari itu.

Baca juga :  Pengamat UGM: Indonesia Masuk Board of Peace Sulit Jadi Mediator Konflik Iran–AS

Tentu saja, ucapan ini langsung menuai badai kritik. Penyanyi pop Pink ikut-ikutan mendesak agar Macklemore ditendang dari tur. Pink bahkan mengungkit insiden tahun 2014 saat Macklemore memakai kostum yang dianggap mirip karikatur Yahudi (yang saat itu sudah ia minta maafkan). Di Instagram, Pink berdalih ia tidak bicara atas nama pemerintah Israel, melainkan membela penonton konser Yahudi yang mungkin merasa terancam.

Macklemore tak gentar. Di jadwal tur berikutnya pada 5 September, ia menatap langsung ke penonton Yahudi dan menegaskan posisinya: “Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan menentang genosida sama sekali bukan kritik terhadap kalian. Pesan saya adalah untuk perdamaian, cinta; agar semua umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, hormat, dan setara.”

Ed Sheeran ‘Cuci Tangan’, 4 Musisi Pilih Mundur Teratur

Di tengah kisruh ini, Ed Sheeran terkesan ‘cuci tangan’. Pelantun Shape of You itu berdalih bahwa keputusan memecat Macklemore murni datang dari para pemilik stadion, termasuk pemilik Gillette Stadium dan New England Patriots, Robert Kraft.

Baca juga :  Akhirnya! Militer Israel Ngaku Tembaki Mobil Yang Tewaskan Bocah 5 Tahun

Lewat Instagram-nya pada Selasa lalu, Sheeran mencoba meredam suasana: “Saya punya pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak bicara di depan umum, bukan berarti saya tidak punya pandangan, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga bukan berarti saya tidak mendukung berbagai perjuangan dengan cara saya sendiri yang personal.”

Menariknya, Kraft dan Sheeran tiba-tiba mengumumkan akan menyumbang masing-masing 2 juta Dolar AS (sekitar Rp 35,4 Miliar) untuk “bantuan di kawasan tersebut”. Namun, klaim Kraft pada hari Rabu itu dibayangi tanda tanya besar, karena tidak jelas organisasi mana yang akan menerima guyuran dana fantastis tersebut.

Sikap abu-abu promotor dan Ed Sheeran rupanya bikin gerah musisi lain. Solidaritas untuk Macklemore justru menguat. Terbukti, empat artis pendukung tur tersebut—termasuk penyanyi AS Finneas dan band pop Denmark Lukas Graham—memilih mundur teratur dari tur Sheeran sebagai bentuk dukungan nyata bagi Macklemore dan Palestina!