Taktik Jenius Iraola Redam Kejutan Simeone di Anfield Usai Sempat Dibuat Jantungan

LIVERPOOL DIKSIMERDEKA.COM Di saat masa depannya digantung, Alexis Mac Allister memilih berbicara dengan kakinya. Gelandang Liverpool ini sukses membungkam keraguan dan kekecewaan dengan sebuah tembakan roket yang mengunci kemenangan dramatis Liverpool atas Atlético Madrid di Anfield, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.

Sementara rekan setimnya seperti Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch asyik meneken kontrak baru, Mac Allister menelan pil pahit “teramat sedih” karena tak disodorkan hal serupa oleh manajemen Liverpool. Namun, di atas rumput hijau, punggawa asal Argentina ini meledakkan rasa frustrasinya dengan cara paling elegan dan profesional: memuntahkan peluru dari jarak 20 yard yang merobek jala Jan Oblak.

Seperti janjinya di konferensi pers pramusim, ia bersumpah untuk memberikan “100% hingga hari terakhir saya.” Mac Allister membuktikan omongannya. Gol roketnya itu sekaligus memperpanjang kutukan Atlético yang tak pernah menang melawan klub Inggris dalam 11 laga beruntun di fase liga Liga Champions.

Bagi pelatih Andoni Iraola, ini adalah malam debut Liga Champions yang diawali dengan jantungan. Perubahan formasi dadakan Diego Simeone menjadi 3-5-2 benar-benar membuat Liverpool mati kutu di awal laga. Baru setelah mereka mengatur ulang barisan pasca-gol Marcos Llorente, dan mendapat suntikan motivasi saat turun minum, level permainan The Reds meningkat tajam.

Baca juga :  Prediksi Atletico Madrid vs Club Brugge : 25 Februari 2026

Momen krusial Mac Allister, etos kerja tanpa lelah Alexander Isak, kreativitas Florian Wirtz, serta kecerdasan Szoboszlai di lapangan memastikan Iraola punya banyak hal untuk dirayakan.

“Saya harus sedikit menyalahkan diri saya sendiri atas awal pertandingan ini,” ujar Iraola blak-blakan. “Atlético mengejutkan kami dengan cara mereka melakukan pendekatan terhadap pertandingan. Mereka belum terlalu sering menggunakan sistem itu musim ini dan sulit jika Anda tidak siap, namun kami menyesuaikan diri dan bermain lebih baik. Di babak kedua, kami adalah tim yang lebih baik. Kami bangkit dari ketertinggalan untuk ketiga kalinya [musim ini] dan itu menunjukkan bahwa para pemain terus menekan dan mereka memiliki karakter.”

Laga ini sarat akan momen “serba pertama”. Iraola memimpin laga Liga Champions pertamanya (setelah 12 laga Liga Europa bersama AEK Larnaca di 2018-19). Bradley Barcola melakoni debut starter bersama Liverpool usai ditebus gila-gilaan senilai £123 juta dari PSG. Sementara di kubu lawan, Julián Álvarez akhirnya jadi starter untuk pertama kalinya musim ini setelah saga transfernya ke Barcelona kandas.

Baca juga :  KUTUKAN CELANA MERAH DIBUNGKAM ODEGAARD! Arsenal Bikin Napoli Bertekuk Lutut di Liga Champions

Álvarez pulalah yang mengkreasikan gol pembuka. Ia melepaskan umpan terobosan membelah pertahanan tuan rumah yang sukses dimaksimalkan oleh Marcos Llorente. Bek sayap itu—pria yang saking bencinya sempat menamai anjingnya ‘Anfield’ setelah menyingkirkan skuad Jürgen Klopp pada 2020 lalu—dengan dingin menaklukkan Alisson. Gol kelimanya di Anfield! Ia lolos dari jebakan offside karena kelengahan Milos Kerkez yang tampil buruk di awal, sebelum akhirnya menebus dosa lewat peran kunci dalam gol penyeimbang Liverpool.

Atlético nyaris menggandakan keunggulan saat Álvarez diberi ruang tembak terlalu bebas dari jarak 30 yard. Beruntung, Alisson terbang meregangkan tubuhnya untuk menepis bola dengan ujung jari. Penyelamatan krusial ini perlahan mengubah arah angin. Kepanikan publik Anfield perlahan berganti jadi gemuruh dukungan.

Serangan balik mematikan dimulai! Kerkez melakukan tekel bersih dan keras terhadap Lee Kang-in untuk merebut bola, lalu menyodorkannya ke Barcola. Tembakan winger Prancis itu masih bisa ditepis Oblak, namun Wirtz terus menjaga tekanan. Berkat sentuhan cerdik Ronald Araújo, Szoboszlai yang awalnya tertahan di tepi kotak penalti langsung menyambar bola dengan tembakan first-time ke sudut jauh gawang. Skor imbang!

Baca juga :  Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro

Memasuki babak kedua, Barcola membuang peluang emas saat tinggal berhadapan dengan kiper. Namun, hanya satu menit berselang, Anfield benar-benar meledak!

Aksi memukau Rio Ngumoha di sisi sayap sukses mengelabui Llorente. Umpan silangnya membentur Isak dan jatuh tepat di hadapan Mac Allister. Dengan penuh wibawa, Mac Allister berteriak menyuruh Szoboszlai menyingkir, lalu melepaskan rudal kaki kiri yang tak bisa dihentikan siapa pun dari jarak 20 yard!

Meski masuknya Ademola Lookman di kubu Atlético sempat menambah dimensi ketegangan, pertahanan baja Liverpool sukses mengamankan kemenangan yang sangat pantas mereka raih. Sebuah malam di mana Mac Allister membuktikan bahwa harga dirinya tak bisa dibungkam oleh urusan kontrak semata!