DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Agung Teja Bhusana Yadnya menyoroti rendahnya alokasi anggaran kebencanaan di sejumlah kabupaten/kota di Bali.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat tingginya potensi bencana yang mengancam Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan Teja Bhusana dalam rapat bersama BPBD Bali dengan Komisi IV DPRD Bali, Selasa (8/9/2026).

Teja mengatakan, berdasarkan pagu anggaran 2027, alokasi untuk penanggulangan bencana di sejumlah kabupaten/kota masih sangat terbatas. Padahal, ancaman bencana di Bali cukup beragam, mulai dari kekeringan hingga kebakaran.

Baca juga :  BPBD Bali Gandeng Pemerintah Swiss Kolaborasi Penanggulangan Bencana

“Yang menggelitik dan perlu menjadi atensi adalah anggaran bencana kabupaten/kota. Jujur kita katakan sangat miris,” ujar Teja.

Ia mencontohkan, alokasi anggaran kebencanaan di Kabupaten Buleleng dan Karangasem masing-masing bahkan belum mencapai Rp1 miliar.

Sementara itu, di Bangli anggaran kebencanaan hanya dialokasikan sekitar Rp195 juta selama satu tahun.

“Bagaimana ancaman yang saya sampaikan sedemikian rupa, tapi kabupaten mengalokasikan anggarannya seperti ini. Buleleng tidak sampai Rp1 miliar, Karangasem tidak sampai Rp1 miliar, bahkan Bangli tidak sampai Rp200 juta dalam satu tahun,” katanya.

Baca juga :  Diterjang Cuaca Ekstrem, Puluhan Kapal Nelayan di Jembrana Rusak dan Terbawa Gelombang

Menurut Teja, kondisi tersebut sebenarnya bukan hal yang elok untuk ia disampaikan. Namun, fakta mengenai keterbatasan anggaran tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Sebetulnya tidak elok saya melaporkan ini. Tapi faktanya demikian. Namun, ini perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Berdasarkan data paparan dari BPBD Bali, alokasi anggaran kebencanaan dalam pagu 2027 berbeda-beda di setiap daerah.

Adapun Buleleng mematok anggaran kebencanaan sebesar Rp975 juta, Karangasem Rp876 juta, Gianyar Rp1,6 miliar.

Baca juga :  BPBD Mulai Tebang Pohon Di Jalan Bypass IB Mantra Antisipasi Cuaca Ektrem

Lalu, Bangli Rp195 juta, Klungkung Rp1,1 miliar, Jembrana Rp569 juta, Tabanan Rp955 juta, Badung Rp2,2 miliar, dan Denpasar Rp4,4 miliar.

Dari data tersebut, Bangli menjadi daerah dengan alokasi anggaran kebencanaan paling rendah, yakni Rp195 juta, sedangkan Denpasar menjadi daerah dengan alokasi terbesar, mencapai Rp4,4 miliar.

Adapun BPBD Bali mendapatkan alokasi pagu anggaran sebesar Rp21,3 miliar pada tahun 2027.

Reporter: Agus Pebriana