MADRID DIKSIMERDEKA.COM – Panggung termegah Eropa kembali bergulir. Laga akbar pada fase liga Liga Champions akan langsung tersaji pada Rabu dini hari nanti di Santiago Bernabeu. Membahas prediksi Real Madrid vs Inter Milan tak lengkap rasanya tanpa menyoroti nuansa emosional yang menyelimutinya. Enam belas tahun setelah membawa Inter Milan meraih kejayaan Treble Winners, Jose Mourinho kini berdiri di seberang lapangan dengan satu misi absolut: membawa trofi Liga Champions ke-16 untuk Real Madrid. kickoff pertandingan Rabu (9/9/2026) pukul 02.00 WIB

Di sisi lain, Inter Milan datang ke ibu kota Spanyol di bawah komando mantan anak asuh Mourinho sendiri, Cristian Chivu. Kedua raksasa benua biru ini sama-sama punya utang budi pada ekspektasi publik setelah musim Eropa 2025-26 mereka berakhir mengecewakan. Real disingkirkan Bayern Munchen di perempat final, sementara Inter secara mengejutkan terdepak di playoff oleh Bodo/Glimt.

Reuni Emosional Sang Special One dan Ambisi Bernabeu

Bagi The Special One, turnamen ini selalu punya tempat magis. Ia memburu momen historis yang bisa menyamai kesuksesannya bersama Inter pada 2010 silam. Musim lalu, Madrid gagal menyabet mahkota ke-16 setelah terhenti di babak delapan besar dua tahun berturut-turut, kehilangan status “Raja Eropa” yang direbut Paris Saint-Germain.

Jalan Los Blancos di fase liga musim ini juga tak bisa dibilang mudah. Arsenal, RB Leipzig, AS Roma, hingga Shakhtar Donetsk sudah menunggu di depan mata. Namun, El Real punya DNA mengerikan jika bicara soal start di Eropa. Tuan rumah sukses menyapu bersih 17 kemenangan dari 19 laga pembuka matchday pertama Liga Champions. Mereka tak pernah kalah di laga perdana sejak tumbang 3-2 dari Shakhtar pada 2020 lalu.

Baca juga :  PSG vs Liverpool: Misi Sulit The Reds! “Petir Prancis Harus Menyambar Dua Kali”

Alarm Bahaya Mbappe & Kutukan Spanyol Inter Milan

Modal Madrid asuhan Mourinho sebenarnya cukup solid usai memenangi tiga laga awal La Liga (vs Espanyol, Real Sociedad, Malaga). Sayangnya, kerapuhan mereka terekspos telanjang saat ditekuk Real Betis 1-0 Jumat lalu. Kegagalan penalti Kylian Mbappe di laga itu menjadi puncak dari performa yang dicap “egois” oleh publik Spanyol.

Di kubu lawan, Inter Milan asuhan Cristian Chivu datang dengan dada membusung. Gagal di Eropa musim lalu, Chivu sukses menyihir kancah domestik dengan mempersembahkan Double Winner (Serie A dan Coppa Italia) pertama kalinya sejak era Mourinho pada 2009-10.

Awal musim ini, laju sang juara bertahan Serie A masih sempurna dengan sembilan poin dari tiga laga (vs Monza, Cagliari, Napoli). Kemenangan 3-2 atas Napoli bahkan diraih secara dramatis lewat gol telat Lautaro Martinez.

Namun, Inter dihantui rekor kelam. La Beneamata tak pernah menang melawan Real Madrid di milenium baru ini. Mereka menelan empat kekalahan beruntun dari Los Blancos, dan gagal mencetak gol di tiga pertemuan terakhir sejak kemenangan 3-1 pada akhir 1998. Lebih parah lagi, Inter punya “Kutukan Spanyol”—mereka tak pernah menang di laga tandang melawan tim Spanyol sejak menumbangkan Valencia pada fase grup 2004-05 (13 laga tanpa kemenangan).

Baca juga :  Prediksi Tottenham vs Atletico Madrid: Spurs Kejar Keajaiban di London

Badai Sanksi dan Cedera: Lini Tengah Madrid Bolong!

Analisis taktikal menunjukkan titik lemah terbesar tuan rumah ada di ruang ganti. Musim baru tak menghapus dosa musim lalu. Real Madrid dipastikan kehilangan tiga pilar akibat akumulasi kartu yang terbawa: Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva.

Krisis lini tengah makin parah karena Aurelien Tchouameni sangat diragukan tampil akibat cedera. Skema darurat Mourinho kemungkinan memaksa Jude Bellingham turun lebih ke dalam, berduet dengan Federico Valverde di double pivot.

Daftar pesakitan Madrid juga masih diisi Eder Militao (hamstring), Rodrygo (lutut), Ferland Mendy (hamstring), dan Raul Asencio (tibia). Kabar baiknya, Thiago Pitarch, Marc Cucurella, dan wonderkid Endrick sudah berlatih. Namun, Mourinho menegaskan di sesi konferensi pers bahwa Endrick maksimal hanya akan bermain 5 hingga 10 menit saja.

Dari kubu tim tamu, Inter harus tampil tanpa bek sayap kiri andalan, Federico Dimarco, yang diistirahatkan sebagai tindakan pencegahan usai cedera lutut ringan kontra Napoli. Rekrutan baru Djed Spence juga kemungkinan belum akan dipaksakan tampil.

Baca juga :  Liverpool vs PSG: Misi Mustahil di Anfield atau Keajaiban Baru?

Sebagai gantinya, Chivu diprediksi akan melakukan rotasi cerdas. Curtis Jones, yang panen pujian dari media Italia usai jadi supersub lawan Napoli, diyakini bakal menggusur Petar Sucic di lini tengah bersama Hakan Calhanoglu. Di lini depan, Marcus Thuram punya kans besar menggeser Pio Esposito untuk menemani Lautaro.Prediksi Susunan Pemain (Starting Line-up)

Real Madrid (4-2-3-1): Courtois; Dumfries, Konate, Huijsen, Cucurella; Bellingham, Valverde; Diomande, Diaz, Vinicius Jr; Mbappe. Pelatih: Jose Mourinho

Inter Milan (3-5-2): Martinez; Bastoni, Bisseck, Akanji; Diouf, Barella, Jones, Calhanoglu, Augusto; Martinez, Thuram. Pelatih: Cristian Chivu

Analisis dan Prediksi Skor

Inter Milan memang punya rekor tandang yang memalukan di Spanyol. Namun, pasukan Cristian Chivu harusnya mencium aroma darah dan peluang emas melihat betapa ompongnya lini tengah Real Madrid yang ditinggal Camavinga, Tchouameni, dan Bernardo Silva.

Lini belakang Inter mungkin tidak sekokoh era Catenaccio, tetapi daya ledak serangan mereka sangat teruji. Di sisi lain, deretan penyerang elite asuhan Mourinho—terutama ambisi Mbappe untuk menebus dosa—pasti akan membalas dengan sama buasnya. Laga blockbuster di Bernabeu ini berpotensi besar berakhir dengan hujan gol.

Prediksi Skor Akhir: Real Madrid 2 – 2 Inter Milan.