DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali mengapresiasi kinerja PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara pada Semester I 2026.

Hal tersebut setelah perusahaan daerah tersebut menunjukan kinerja positif setelah perusahaan membukukan pendapatan 56,53 miliar atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Apresiasi pun dialamatkan kepada Direktur Utama PT Jamkrida Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.

Baca juga :  Amankan KTT G20, Polda Bali Siap Kerahkan 6.625 Personil

Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih mengatakan keberhasilan kinerja Jamkrida di Semester I 2026 tidak terlepas dari kepemimpinan Adi Ardhana.

Menurutnya, Adi Ardhana berhasil membuktikan kemampuanya mengelola perusahaan daerah tersebut, setelah sempat diragukan publik lantaran latar belakangnya sebagai anggota partai politik.

“Beliau sudah membuktikan keraguan publik terhadap beliau,” kata Ajus panggilan akrabnya saat ditemui di Gedung DPRD Balu, Senin, (10/8/2026).

Baca juga :  ‎DPRD Diminta Rampungkan Raperda Penyertaan Modal ke BPD Bali dalam Dua Minggu

Menurut dia, latar belakang pejabat tidak semestinya menjadi ukuran utama dalam menilai kinerja sebuah badan usaha milik daerah. Ukuran yang harus digunakan adalah target dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

“Siapa pun yang menjabat tidak mengurangi tanggung jawab yang diemban. KPI-nya tetap sama, kinerja yang diharapkan tetap sama,” ujarnya.

Di tengah kinerja positif tersebut, ia berharap pada semester II nanti Jamkrida terus memperkuat perannya sebagai mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan.

Baca juga :  Dialog dengan Mahasiswa, Gubernur Koster Terima Kritik dan Masukan soal Sampah

Di samping membukukan keuntungan, PT Jamkrida juga memiliki rasio klaim sebesar 29,10 persen. Hal tersebut mengindikasikan bahwa portofolio dan risiko penjaminan masih dikelola dengan baik.

Reporter: Agus Pebriana