Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Womenpreneur Berbasis Budaya untuk Perkuat UMKM
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak perempuan Bali untuk berani menjadi wirausaha atau womenpreneur tanpa meninggalkan jati diri, adat, budaya, dan tradisi. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri talkshow bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Mall, Sanur, Denpasar, Kamis (6/8/2026).
Dalam paparannya, Putri Koster menegaskan bahwa perempuan Bali memiliki potensi besar untuk berkembang di dunia usaha. Menurutnya, karakter perempuan Bali yang tangguh, disiplin, dan pantang menyerah menjadi modal utama dalam membangun usaha sekaligus tetap menjalankan peran sebagai ibu, istri, dan bagian dari kehidupan adat di desa.
“Perempuan Bali memiliki kemampuan untuk menjadi womenpreneur yang sukses tanpa harus meninggalkan akar budaya. Justru nilai-nilai adat dan tradisi dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan produk yang memiliki identitas dan daya saing,” ujar Putri Koster.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali. Karena itu, perempuan diharapkan terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya mengajak perempuan Bali untuk terus percaya diri, berani memulai usaha, dan memanfaatkan potensi lokal yang kita miliki. Dengan begitu, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga ikut memperkuat perekonomian daerah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, sehingga peran mereka sangat strategis dalam mendorong peningkatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Data tersebut menunjukkan bahwa perempuan adalah penggerak utama sektor UMKM. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha perempuan agar mampu berkembang di pasar yang lebih luas,” ujar Dyah Roro Esti Widya Putri.
Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda Provinsi Bali bersama Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak perempuan Bali terdorong menjadi pelaku usaha yang mandiri, inovatif, serta mampu mengangkat produk lokal berbasis budaya agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan