Hanura Bali Bidik Pemilih Gen Z, Siapkan Strategi Rebut Kembali Kejayaan di Pemilu 2029
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Partai Hanura mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan menjadikan Generasi Z (Gen Z) sebagai salah satu sasaran utama. Langkah tersebut dibahas dalam pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai Hanura se-Bali di Harris Hotel & Conventions Denpasar, Minggu (3/8/2026), yang sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dari tingkat provinsi hingga kecamatan.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, Gde Wirajaya Wisna, mengatakan peta pemilih pada Pemilu 2029 akan didominasi generasi muda. Karena itu, Hanura menyiapkan pendekatan politik yang lebih relevan dengan karakter dan kebutuhan Gen Z.
“Pemilih muda akan menjadi kelompok yang sangat menentukan pada Pemilu 2029. Karena itu, kami harus menyiapkan strategi yang sesuai dengan karakter mereka, sekaligus menghadirkan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Wirajaya.
Selain menyasar pemilih muda, Hanura Bali juga tengah memperkuat mesin partai melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC). Saat ini, seluruh 57 PAC di Bali telah terbentuk dan difokuskan untuk menghadapi tahapan verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kami fokus memastikan seluruh struktur organisasi siap menghadapi verifikasi. Setelah itu, kami akan bergerak lebih masif ke masyarakat,” katanya.
Wirajaya mengungkapkan Hanura Bali juga memasang target mengembalikan kejayaan partai seperti beberapa periode sebelumnya. Meski saat ini memiliki enam kursi legislatif di Bali, Hanura ingin memperluas keterwakilan di DPRD kabupaten/kota maupun DPRD Provinsi Bali.
“Kami pernah memiliki kekuatan politik yang besar di Bali, hampir di seluruh kabupaten/kota memiliki fraksi dan unsur pimpinan. Itu menjadi target kami kembali. Hanura harus hadir dengan program yang berpihak kepada masyarakat agar kembali menjadi pilihan rakyat Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengingatkan bahwa konsolidasi organisasi harus dibarengi dengan kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari banyaknya kader, tetapi dari kemampuan menghadirkan gagasan dan solusi atas persoalan masyarakat.
“Bali adalah wajah Indonesia di mata dunia. Karena itu kader Hanura harus mampu berkolaborasi menjaga pariwisata, budaya, dan lingkungan, sekaligus menghadirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Rio.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Hanura di Bali harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
“Kalau Hanura tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, saya katakan tutup saja Hanura di Bali. Yang dibutuhkan rakyat bukan sekadar bertambahnya partai politik, tetapi partai yang memiliki gagasan besar dan benar-benar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pelantikan pengurus DPD dan DPC Hanura se-Bali tersebut dihadiri Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, jajaran KPU Provinsi Bali, pengurus DPP Partai Hanura, serta perwakilan sejumlah partai politik. Konsolidasi ini menjadi langkah awal Hanura Bali memperkuat organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik 2029.

Tinggalkan Balasan