NEW YORK, DIKSIMERDEKA.COM – Raksasa layanan kesehatan asal Amerika Serikat, Johnson & Johnson (J&J), menawarkan pembayaran hingga US$5,5 miliar atau sekitar Rp99,41 triliun untuk menyelesaikan puluhan ribu gugatan yang menuduh bedak bayi dan produk berbahan dasar talk menyebabkan kanker ovarium.

Dilansir BBC, kesepakatan yang disebut sebagai salah satu penyelesaian terbesar dalam perkara tanggung jawab produk itu diharapkan mengakhiri sengketa hukum yang telah membayangi perusahaan selama bertahun-tahun.

Meski menawarkan penyelesaian, J&J kembali menegaskan bahwa produk berbahan dasar talk miliknya tidak menyebabkan kanker. Perusahaan juga menyatakan telah mengubah formula bedak bayi yang selama puluhan tahun menjadi salah satu produk andalannya.

Wakil Presiden Litigasi J&J, Erik Haas, mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar. Menurutnya, perusahaan memilih menyelesaikan perkara agar dapat mengakhiri sengketa hukum yang berkepanjangan.

J&J menyebut kesepakatan itu akan mencakup sekitar 69.000 gugatan, atau sebagian besar klaim yang masih tersisa terkait produk berbahan dasar talk.

Perusahaan berencana membayarkan hingga US$3 miliar atau sekitar Rp54,22 triliun pada tahun depan. Sementara pembayaran tambahan baru akan dilakukan mulai 2028.

Namun, penyelesaian tersebut baru dapat diberlakukan apabila disetujui firma hukum yang mewakili sedikitnya 95 persen penggugat kasus kanker ovarium di pengadilan negara bagian maupun federal Amerika Serikat.

Haas menegaskan J&J yakin sebenarnya memiliki peluang besar memenangkan perkara apabila proses hukum terus berlanjut, sebagaimana yang telah terjadi dalam sebagian besar kasus yang telah diputus pengadilan.

Menurutnya, penyelesaian ini akan memungkinkan perusahaan kembali fokus mengembangkan obat-obatan dan perangkat medis untuk menyelamatkan nyawa.

Gugatan Dimulai Sejak 2009

Gelombang gugatan terhadap Johnson & Johnson terkait bedak bayi berbahan talk dimulai sejak 2009.

Pada Juli lalu, pengadilan federal Amerika Serikat memberikan keuntungan bagi J&J setelah mempertanyakan kemampuan para penggugat membuktikan bahwa talk merupakan penyebab langsung kanker ovarium yang mereka alami.

Talk merupakan mineral alami yang tersusun dari magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Mineral ini dikenal memiliki tekstur lembut sehingga selama bertahun-tahun digunakan sebagai bahan utama bedak bayi.

Namun, ribuan konsumen menuding produk talk J&J terkontaminasi asbes, mineral yang diketahui dapat memicu kanker. Hal itu karena endapan talk di alam sering ditemukan berdekatan dengan lapisan asbes.

J&J berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Dalam pernyataan terbarunya, perusahaan menegaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan talk aman digunakan, tidak mengandung asbes, dan tidak menyebabkan kanker.

Pada 2022, Johnson & Johnson mengumumkan penghentian produksi dan penjualan bedak bayi berbahan dasar talk di seluruh dunia. Keputusan itu diambil lebih dari dua tahun setelah perusahaan menghentikan penjualan produk tersebut di pasar Amerika Serikat.

Sebagai gantinya, J&J kini sepenuhnya beralih memproduksi bedak bayi berbahan dasar tepung jagung (cornstarch) sebagai bagian dari evaluasi portofolio produk secara global.