Megawati ke Koster: Jangan Jadikan Bali seperti Hawai
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa dirinya diberikan pesan khusus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Koster mengatakan Presiden Kelima RI tersebut meminta dirinya mewanti-wanti agar Pulau Dewata tidak kehilangan jati diri budayanya seperti yang terjadi di Hawai.
Pesan itu diungkapkan Koster saat menutup Festival Seni Bali Jani VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (25/7/2026).
“Koster, kamu jaga betul budaya Bali. Jangan sampai seperti di Hawai, hilang budayanya,” ujar Koster meniru pesan Megawati.
Koster mengatakan, budaya merupakan aset paling berharga yang dimiliki Bali. Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan kekayaan sumber daya alam seperti tambang emas, batu bara, minyak, gas, maupun perkebunan kelapa sawit, Bali justru bertumpu pada kekuatan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Kalau di daerah lain mereka bangga karena memiliki tambang emas, tambang batu bara, minyak, gas, atau kelapa sawit, iraga di Bali tidak memiliki itu semua. Tetapi kita bersyukur karena memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya,” ujarnya.
Menurut Koster, kekayaan budaya memiliki karakter yang berbeda dengan sumber daya alam. Jika sumber daya alam dapat habis karena terus dieksploitasi, budaya justru akan terus hidup selama masih diwariskan dan dipraktikkan oleh masyarakat.
Ia menilai regenerasi pelaku seni di Bali berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam berbagai ajang kesenian, termasuk Festival Bali Jani maupun Pesta Kesenian Bali.
“Tadi kita melihat pentas anak-anak muda yang luar biasa. Kalau tidak ada Festival Bali Jani, mungkin saya tidak akan pernah menyaksikan jenis tari modern seperti itu. Artinya, kebudayaan Bali terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisinya,” kata Koster.
Ia menambahkan, keberadaan sekolah seni, desa adat, sanggar seni, serta dukungan masyarakat menjadi fondasi kuat yang membuat budaya Bali tetap lestari. Karena itu, ia optimistis seni budaya Bali akan terus hidup meski menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat.
Koster juga menepis anggapan bahwa daya tarik Bali hanya bertumpu pada keindahan alam. Menurutnya, banyak daerah lain yang memiliki panorama alam yang tidak kalah indah.
Namun, Bali memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, yakni budaya yang tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan alam, banyak daerah lain yang lebih indah. Yang membedakan Bali adalah budayanya. Itulah yang tidak bisa disaingi,” tegasnya.
Ia menyebut peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi magnet utama Pulau Dewata, meskipun Bali masih menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan seni budaya Bali sesuai peran masing-masing.
Menurutnya, hanya dengan semangat gotong royong, budaya Bali akan tetap hidup dan menjadi fondasi pembangunan Bali di masa depan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan