Gelombang Panas Jepang Makin Ganas! Suhu 40 Derajat, Ratusan Orang Masuk Rumah Sakit
TOKYO, DIKSIMERDEKA.COM – Gelombang panas Jepang makin ekstrem. Sebanyak 261 orang dilarikan ke rumah sakit di Tokyo hanya dalam satu hari akibat dugaan serangan heatstroke atau sengatan panas, sementara suhu di sejumlah wilayah menembus 40 derajat Celsius.
Dilansir dari Kyodo News,data sementara Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo menunjukkan jumlah pasien pada Selasa (22/7) menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2022. Pada hari yang sama, layanan darurat juga menerima 3.454 panggilan, rekor tertinggi sejak data mulai dikumpulkan pada 1963.
Mayoritas korban merupakan kelompok lanjut usia. Sebanyak 55 pasien berusia 80-an tahun, disusul 53 orang berusia 70-an, serta 27 orang berusia 50-an.
Jepang Catat Hari “Panas Kejam”
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat suhu di pusat Kota Tokyo mencapai 36,4 derajat Celsius, sementara beberapa kota seperti Gujo, Tajimi, dan Toyota mencatat suhu 40 hingga 40,1 derajat Celsius.
Selasa menjadi hari pertama Jepang secara resmi mencatat kokushobi atau “hari panas kejam”, istilah baru yang diperkenalkan pemerintah sejak April 2026 untuk menandai suhu di atas 40 derajat Celsius.
Dari 914 stasiun cuaca di seluruh Jepang, sebanyak 278 stasiun mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius, menandakan cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi.
Korban Jiwa Bertambah
Cuaca panas juga memakan korban jiwa.
Seorang pria berusia 84 tahun meninggal dunia setelah diduga mengalami heatstroke saat bekerja di dalam rumah kaca pertanian di Kota Otawara, Prefektur Tochigi.
Sehari sebelumnya, dua pria lainnya, masing-masing berusia 40-an dan 70-an tahun, juga dilaporkan meninggal akibat cuaca panas di Prefektur Niigata dan Kanagawa.
Pada 2024, Jepang mencatat lebih dari 2.000 kematian akibat heatstroke, sementara lebih dari 100.000 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit selama musim panas.
Pertandingan Bisbol Dihentikan
Gelombang panas juga mengganggu berbagai aktivitas.
Pertandingan liga minor bisbol antara Lotte Marines melawan Orix Buffaloes di Prefektur Saitama terpaksa dihentikan pada inning keempat karena suhu yang terlalu tinggi dan dinyatakan tidak sah.
Pemerintah Jepang terus mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak minum air, menggunakan pendingin ruangan, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti pusing, demam, atau sakit kepala.
Dampak perubahan iklim juga mulai terasa pada sektor pertanian. Petani kini beralih menanam varietas padi yang lebih tahan panas, bahkan sebagian mulai membudidayakan alpukat yang sebelumnya jarang ditanam di Jepang.
Sementara itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo mulai melonggarkan aturan berpakaian di perkantoran melalui program Cool Biz, dengan mengizinkan pegawai mengenakan kaus, polo, celana pendek, hingga sepatu olahraga untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan sekaligus menghadapi musim panas yang semakin ekstrem.

Tinggalkan Balasan