DIKEIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gede Angastia membantah pernyataan anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih atau Demer yang menyebut dirinya yang pertama kali mengusulkan dan turut memperjuangkan pembangunan shortcut pada ruas Jalan Denpasar–Singaraja sejak awal.

Menurut Pengamat Pembangunan Bali ini, proyek tersebut merupakan hasil estafet kebijakan yang dirintis pada masa Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan direalisasikan pada masa kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.

Anggas sapaan akrabnya mengaku mengikuti perkembangan rencana pembangunan shortcut Denpasar–Singaraja sejak awal.

Berdasarkan informasi yang ia ketahui, gagasan pembangunan jalan tersebut pertama kali diperjuangkan pada masa pemerintahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta.

Menurutnya, usulan pembangunan shortcut bahkan telah dibawa ke pemerintah pusat. Namun, realisasinya saat itu belum dapat dilakukan karena terkendala sejumlah persoalan, salah satunya proses pembebasan lahan di wilayah Tabanan dan Buleleng.

Baca juga :  Gubernur Koster Groundbreaking Jalan Shortcut Singaraja – Mengwitani

“Perjuangan itu kemudian dilanjutkan dengan baik oleh Gubernur Wayan Koster di pusat, sampai pembangunan shortcut dilakukan tiga tahap,” kata Anggas, Rabu (22/07/2026).

Karena itu, ia menilai tidak tepat apabila ada pihak yang mengklaim sebagai sosok yang paling berjasa dalam pembangunan shortcut tersebut.

Menurut Anggas, masyarakat yang mengikuti proses pembangunan sejak awal mengetahui bahwa proyek tersebut merupakan hasil kerja yang berkesinambungan lintas kepemimpinan.

“Saya berharap dalam menyampaikan sesuatu harus objektif. Kalau memang benar memperjuangkan Bali, tunjukkan saja bukti konkret apa yang sudah diperjuangkan untuk Bali,” ungkapnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Tinjau Pembangunan Turyapada Tower dan Shortcut Singaraja-Mengwitani

Anggas menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan dilandasi persoalan pribadi terhadap Demer. Ia mengaku hanya ingin meluruskan informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui.

Sebelumnya, dalam sebuah podcast di channel Gtalk, anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih mengklaim peranya dalam pembangunan Shorcut Denpasar-Singaraja.

Waktu itu, kata Sumarjaya Linggih dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK saat itu tengah bermain golf di Bedugul. Usai bermain golf ia pun mengajak JK turun ke Buleleng untuk mengunjungi sekokah Bali Mandara.

Turut juga mendampingi Made Mangku Pastika dan Bupati Buleleng Agus Suradnyana. Mereka berdua turut didampingi okeh SKPD masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, Demer mengaku menyampaikan persoalan sulitnya akses menuju Kabupaten Buleleng.

Baca juga :  Shortcut Singaraja–Mengwitani Dikebut, Koster Pacu Konektivitas Bali Utara–Selatan

“Kita semua itu sama-sama turun ke sekolah Bali mandara. kita turun pakai bus kesitu, diperjalanan, saya ngomong bahwa saya dari Buleleng, lalu sulit sekali aksesnya. lika-liku dan lain sebagainya. Akhirnya di buatlah shortcut,” cerita Demer.

Latar belakang itulah yang membuat pemerintah pusat kemudian mencanangkan pembangunan shorctcut Denpasar-Singaraja.

“Yang mengerjakan sekarang memang Pak Koster, yang mendapat nilainya Pak Koster. Saya menyampaikan ini bukan untuk menaikkan nama saya. Silakan tanyakan kepada SKPD yang hadir waktu itu,” ujar Demer.

Editor: Agus Pebriana