Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru

NEW JERSEY DIKSIMERDEKA.COM Kabut asap pekat itu kini tak hanya menjadi ancaman kesehatan masyarakat, tetapi juga membayangi Final Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, Senin(20/7/2026 ). Presiden Donald Trump dijadwalkan hadir langsung menyaksikan laga puncak tersebut.

Meski prakiraan cuaca menyebut hujan pada akhir pekan diperkirakan membantu memperbaiki kualitas udara, otoritas Gedung Putih bersama FIFA terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan pergerakan asap guna memastikan pertandingan berlangsung aman bagi pemain, ofisial, maupun puluhan ribu suporter.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menuding Kanada lalai mengelola hutan sehingga asap tebal terus mengalir ke wilayah AS.

“Amerika Serikat sedang diserbu secara tidak perlu oleh udara yang kotor, tercemar, dan tidak sehat,” tulis Trump dilansir oleh BBC, Sabtu (18/7/2026).

Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai akibat dari “kelalaian yang disengaja (willful negligence) pemerintah Kanada dan mengancam akan menjatuhkan tarif baru jika masalah itu tidak segera diatasi.

Baca juga :  Trump Klaim Damai Sudah Dekat, Iran Membantah

Asap Selimuti Kota-Kota Besar AS

Hingga Jumat (18/7), Canadian Wildland Fire Information System mencatat terdapat sekitar 888 kebakaran hutan aktif di Kanada. Sebagian besar di antaranya masih belum terkendali.

Lebih dari 190 titik api berada di Provinsi Ontario, dengan banyak kebakaran terus meluas.

Asap dari kebakaran tersebut menyelimuti sejumlah negara bagian AS, mulai dari Minnesota, Michigan, Pennsylvania, Ohio, hingga New York.

Bahkan, pelacak kualitas udara IQAir mencatat Detroit sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat, disusul Chicago, Washington DC, dan New York.

Akibat kondisi itu, otoritas setempat mengeluarkan peringatan kualitas udara berbahaya, membagikan masker gratis kepada warga, hingga membatalkan berbagai kegiatan luar ruangan.

Trump Minta Penjelasan Kanada

Trump mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk meminta penjelasan terkait penanganan kebakaran hutan.

Ia menuduh Kanada gagal merawat kawasan hutan dan semak belukar sehingga kebakaran semakin sulit dikendalikan.

Pernyataan Trump muncul setelah sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik mengirim surat terbuka kepada pemerintah Kanada.

Baca juga :  Update : AS–Israel Gempur Iran, Netanyahu: Saatnya Rezim Ayatollah Tumbang

Dalam surat tersebut, mereka menegaskan “kesabaran kami sudah habis” dan meminta Ottawa mengambil langkah nyata untuk mencegah asap kembali mencemari udara AS.

Kanada Balas: Daripada Mengeluh, Kirim Bantuan

Pernyataan Trump langsung mendapat respons dari Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford.

Ford mengingatkan bahwa Kanada selama ini juga berkali-kali membantu Amerika Serikat ketika menghadapi kebakaran hutan di California maupun badai besar di Carolina Utara.

“Daripada mengeluh, lebih baik kirim bantuan. Kami juga melakukan hal yang sama untuk teman-teman kami di Amerika,” kata Ford.

Ia menambahkan negara bagian Michigan dan Massachusetts bahkan telah menawarkan bantuan berupa pesawat pemadam, petugas pemadam kebakaran, dan tim penyelamat.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Kanada.

“Perubahan iklim adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk Amerika Serikat,” ujarnya.

Pakar: Jangan Salahkan Kanada Saja

Sejumlah ilmuwan menilai tudingan Trump terlalu menyederhanakan persoalan.

Pakar dari University of Toronto, Dr. Patrick James, mengatakan asap kebakaran tidak mengenal batas negara dan akan terbawa angin ke mana pun arahnya.

Baca juga :  Gencatan Senjata Diperpanjang, Tapi Korban Terus Berjatuhan di Lebanon

Menurutnya, asap dari kebakaran besar di Amerika Serikat juga beberapa kali berdampak ke Kanada dalam beberapa tahun terakhir.

Senada, Dr. Anabela Bonada dari University of Waterloo menyebut perubahan iklim menjadi salah satu faktor utama meningkatnya intensitas kebakaran hutan.

Ia menilai tidak tepat jika seluruh penyebab kebakaran dibebankan kepada Kanada.

Puluhan Komunitas Dievakuasi

Kebakaran hutan juga memaksa puluhan komunitas di Ontario utara mengungsi.

Kepala Namaygoosisagagun First Nation, Helen Paavola, mengatakan wilayahnya nyaris musnah setelah api menyapu permukiman.

Sementara itu, pemerintah Ontario menyebut sedikitnya 10 komunitas telah dievakuasi demi keselamatan warga.

Meski belum ada korban jiwa, pemerintah Kanada mengerahkan lebih dari 150 regu pemadam, didukung 80 pesawat pembom air dan helikopter, untuk mengendalikan kebakaran yang masih terus meluas.

Kondisi kabut asap juga sempat mengganggu penerbangan, menutup jarak pandang di sejumlah kota besar, dan memunculkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, yang dijadwalkan turut dihadiri Presiden Donald Trump.