DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebanyak 13.000 mahasiswa dari 38 perguruan tinggi di Bali akan diterjunkan ke desa, kelurahan, dan desa adat di seluruh Pulau Dewata melalui Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026.

Program yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali itu diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (15/7/2026). Peluncuran dihadiri ribuan mahasiswa yang memadati tribun hingga area depan panggung.

Selain melibatkan sekitar 13.000 mahasiswa, program tersebut juga didampingi sekitar 900 dosen pembimbing lapangan sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempercepat pembangunan berbasis desa.

Baca juga :  Gubernur Koster Minta Pelaku Pariwisata Wajib Berbusana Adat Bali Setiap Hari Kamis

Dalam sambutannya, Koster menegaskan program tersebut bukan sekadar kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) atau pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, melainkan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang disinergikan dengan arah pembangunan Provinsi Bali.

“Program ini bukan sekadar pelaksanaan kuliah kerja nyata atau pemenuhan kewajiban akademik. Program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang disinergikan dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Bali,” ujar Koster.

Menurut Koster, pembangunan Bali harus dimulai dari desa karena desa merupakan fondasi kehidupan masyarakat sekaligus ruang utama pelestarian budaya dan lingkungan.

“Di desalah kebudayaan kita rawat, alam kita jaga, dan manusia Bali dibentuk,” katanya.

Baca juga :  Babak Baru Digitalisasi Bali: Gubernur Koster Resmi Luncurkan Domain bali.id

Kepada para mahasiswa, Koster berpesan agar tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jadilah problem solver. Gunakan ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi di desa. Jadilah inovator,” tegasnya.

Program Desa Kerthi Bali Sejahtera diarahkan untuk mendukung berbagai prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, antara lain pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, perlindungan danau, mata air, sungai, dan laut, pengembangan pertanian organik, penguatan UMKM, serta peningkatan penggunaan produk lokal Bali.

Mahasiswa juga diharapkan berperan dalam pelestarian adat, seni, budaya, bahasa, aksara, dan kain tenun Bali, sekaligus mendukung program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Baca juga :  Gede Harja: Pertemuan Koster-De Gadjah Bentuk Kesejukan Politik Bali

Kepala BRIDA Provinsi Bali Ketut Wica mengatakan lokasi pengabdian ditentukan masing-masing perguruan tinggi dengan mempertimbangkan potensi wilayah dan kompetensi keilmuan mahasiswa.

Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi tepat guna, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kelembagaan desa.

Koster berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang mandiri, serta kebudayaan Bali yang semakin kokoh.