Julián Álvarez Bersinar di Extra Time, Lautaro Martínez Pastikan Kemenangan La Albiceleste

DIKSIMERDEKA.COM KANSAS CITY – Argentina kembali menunjukkan mental juara. Setelah dipaksa bermain hingga babak tambahan oleh Swiss, La Albiceleste akhirnya mengunci kemenangan 3-1 lewat gol spektakuler Julián Álvarez dan penyelesaian dingin Lautaro Martínez. Hasil tersebut memastikan Messi dkk melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Inggris.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung sengit. Swiss tampil disiplin dan sempat merepotkan lini belakang Argentina. Namun pengalaman serta kualitas individu para pemain Lionel Scaloni kembali menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Argentina membuka keunggulan melalui Alexis Mac Allister yang memanfaatkan sepak pojok akurat Lionel Messi. Gol itu membuat puluhan ribu pendukung La Albiceleste di Arrowhead Stadium bergemuruh.

Meski begitu, Swiss tidak menyerah. Dan Ndoye berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-67 setelah menerima umpan matang Ricardo Rodríguez. Gol tersebut sempat menghidupkan harapan Swiss untuk menciptakan kejutan.

Momentum pertandingan berubah hanya beberapa menit kemudian. Breel Embolo harus meninggalkan lapangan setelah VAR membatalkan kartu kuning yang semula diberikan kepada Leandro Paredes. Karena Embolo sebelumnya sudah menerima kartu kuning, keputusan itu membuat Swiss bermain dengan 10 orang hingga akhir laga.

Baca juga :  Haaland Menggila! Norwegia Lolos ke 32 Besar, Senegal Menangis di Ujung Laga

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Argentina untuk terus menekan pertahanan lawan. Namun hingga 90 menit berakhir, skor tetap imbang 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak extra time.

Di sinilah kualitas juara bertahan berbicara.

Julián Álvarez mencetak gol spektakuler yang membawa Argentina kembali unggul. Ketika Swiss mulai kehilangan tenaga, Lautaro Martínez kemudian menutup pertandingan lewat gol pada detik-detik akhir babak tambahan sekaligus memastikan kemenangan 3-1.

Statistik: Argentina Mendominasi, Swiss Bertahan Mati-matian

Data pertandingan memperlihatkan Argentina memang lebih menguasai jalannya laga. La Albiceleste mencatat 59 persen penguasaan bola, sedangkan Swiss hanya 41 persen.

Tim asuhan Lionel Scaloni juga tampil jauh lebih agresif dengan 23 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Swiss hanya mampu melepaskan 13 percobaan dengan lima tembakan tepat sasaran.

Baca juga :  84 Juta Warga AS Nonton Piala Dunia 2026, Fox Raup Investasi Rp8,66 Triliun

Dominasi Argentina juga terlihat dari distribusi bola. Mereka membukukan 616 operan dengan akurasi mencapai 88 persen, sementara Swiss hanya menghasilkan 453 operan dengan akurasi 84 persen.

Dari situasi bola mati, Argentina memperoleh delapan tendangan sudut, empat kali lebih banyak dibanding Swiss yang hanya mendapat dua. Meski demikian, pertandingan berlangsung keras. Swiss melakukan 18 pelanggaran, sedangkan Argentina melakukan 14 pelanggaran.

Momentum paling menentukan terjadi setelah Swiss kehilangan Breel Embolo akibat kartu merah. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Swiss semakin tertekan hingga akhirnya kebobolan dua gol pada babak tambahan.

Statistik tersebut menunjukkan Argentina bukan hanya unggul dalam penguasaan permainan, tetapi juga lebih efektif memanfaatkan kelelahan lawan setelah unggul jumlah pemain.

Semifinal Impian Kontra Inggris

Kemenangan ini memperpanjang rekor positif Argentina di Piala Dunia 2026 sekaligus menjaga mimpi mempertahankan gelar juara dunia. Meski Lionel Messi gagal mencetak gol untuk pertama kalinya setelah sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sang kapten tetap berperan besar lewat assist dan kreativitasnya sepanjang laga.

Baca juga :  Cristiano Ronaldo Resmi Umumkan Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir, Portugal Bersiap Hadapi Spanyol

Di semifinal nanti, Argentina akan menghadapi Inggris yang lebih dulu menyingkirkan Norwegia 2-1 melalui dua gol Jude Bellingham. Pertemuan dua raksasa sepak bola dunia itu diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia 2026, mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos lewat drama perpanjangan waktu dan diperkuat deretan bintang kelas dunia.

Kemenangan ini juga mempertegas status Argentina sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. Meski beberapa kali dipaksa bermain hingga babak tambahan pada fase gugur, tim asuhan Lionel Scaloni selalu menemukan cara untuk bangkit di saat-saat krusial. Pengalaman para pemain senior berpadu dengan energi pemain muda membuat permainan La Albiceleste tetap efektif ketika tekanan meningkat. Modal tersebut menjadi bekal berharga menghadapi Inggris di semifinal. Duel nanti diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama lolos lewat extra time dan memiliki pemain-pemain yang sedang berada dalam performa terbaiknya.