Maroko vs Belanda 1-1 (3-2): Bounou Jadi Pahlawan! Singa Atlas Singkirkan De Oranje Lewat Adu Penalti
DIKSIMERDEKA.COM – MONTERREY – Maroko kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Di laga Maroko vs Belanda, Singa Atlas menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada babak 16 besar, Selasa (30/6/2026).
Kiper Yassine Bounou kembali tampil sebagai pahlawan. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu menggagalkan penalti Crysencio Summerville sebelum Ismael Saibari memastikan kemenangan Maroko lewat eksekusi penentu.
Hasil ini mengantar Maroko melangkah ke perempat final dan akan menghadapi Kanada.
Maroko Langsung Menekan
Belanda datang dengan pendekatan berbeda. Ronald Koeman meninggalkan formasi 4-3-3 dan memilih tiga bek demi meredam kecepatan serangan Maroko.
Namun strategi tersebut justru membuat De Oranje lebih banyak bertahan.
Sejak awal laga, Achraf Hakimi, Neil El Aynaoui, hingga Azzedine Ounahi berkali-kali mengancam pertahanan Belanda.
Bart Verbruggen dipaksa bekerja keras setelah menggagalkan sundulan El Aynaoui dan menepis tendangan keras Hakimi.
Meski mendominasi peluang, Maroko belum mampu mencetak gol hingga babak pertama berakhir.
Gakpo Pecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil agresif.
Hakimi bahkan sempat menghantam mistar gawang setelah melakukan tusukan dari sisi kanan.
Namun justru Belanda yang lebih dulu mencetak gol.
Pada menit ke-72, Wout Weghorst memenangi duel udara sebelum bola diteruskan Crysencio Summerville kepada Cody Gakpo.
Penyerang Liverpool itu melepaskan tendangan keras yang gagal dihalau Yassine Bounou.
Gakpo langsung menangis usai mencetak gol.
Selebrasi emosional tersebut terjadi setelah sebelumnya ia dan pasangannya dikabarkan kehilangan calon buah hati mereka. Rekan-rekan setim segera memeluknya sebagai bentuk dukungan.
Issa Diop Bangkitkan Maroko
Maroko tidak menyerah.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit 90+1.
Pemain pengganti Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan keras Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol dramatis itu memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Pada extra time, Maroko kembali tampil dominan.
Soufiane Rahimi nyaris membawa Singa Atlas menang, tetapi Bart Verbruggen melakukan penyelamatan gemilang menggunakan lutut dan tangannya.
Skor tetap bertahan hingga 120 menit.
Statistik Tunjukkan Dominasi Maroko
Dominasi Maroko sepanjang pertandingan juga terlihat jelas dari statistik.
Singa Atlas mencatat 12 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Belanda hanya melepaskan tujuh tembakan dan tiga tepat sasaran.
Maroko juga menguasai 70 persen penguasaan bola, jauh di atas Belanda yang hanya mencatat 30 persen.
Dalam distribusi bola, Maroko membukukan 780 operan dengan akurasi 92 persen, sedangkan Belanda hanya menghasilkan 356 operan dengan akurasi 81 persen.
Maroko pun lebih agresif melalui situasi bola mati dengan memperoleh delapan tendangan sudut, sementara Belanda hanya mendapatkan lima.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Maroko memang lebih layak memenangkan pertandingan meski harus menunggu hingga adu penalti.
Bounou Kembali Jadi Penentu
Drama adu penalti berlangsung menegangkan.
Kedua tim sama-sama gagal mengeksekusi dua tendangan.
Momentum berubah ketika Yassine Bounou sukses menepis penalti Crysencio Summerville.
Kesempatan itu dimanfaatkan sempurna oleh Ismael Saibari.
Gelandang PSV Eindhoven tersebut menjalankan tugasnya dengan tenang untuk memastikan kemenangan 3-2 bagi Maroko.
Keberhasilan itu kembali mengingatkan publik pada aksi heroik Bounou saat menggagalkan dua penalti Spanyol pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Maroko Tantang Kanada
Kemenangan dramatis ini membawa Maroko melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Walid Regragui kini akan menghadapi Kanada dalam perebutan tiket ke semifinal.
Sebaliknya, Belanda harus pulang dengan penyesalan besar. Meski sempat unggul melalui Cody Gakpo, De Oranje gagal mempertahankan keunggulan dan harus membayar mahal setiap kesalahan yang dilakukan pada adu penalti.
Dengan permainan yang dominan, organisasi tim yang solid, serta kepahlawanan Yassine Bounou di bawah mistar, Maroko kembali mengirim sinyal bahwa mereka siap mengulang kejutan besar seperti yang pernah dilakukan pada Piala Dunia 2022.
Kemenangan ini semakin menegaskan status Maroko sebagai salah satu kuda hitam Piala Dunia 2026. Dengan performa solid dan mental kuat saat adu penalti, Singa Atlas kini siap menghadapi Kanada pada babak perempat final demi melanjutkan langkah bersejarah mereka.

Tinggalkan Balasan