LOS ANGELES – Duel Belgia vs Iran menghadirkan drama penuh ketegangan di Grup G Piala Dunia 2026. Belgia menggempur tanpa henti, melepaskan 22 tembakan dan menguasai 68 persen penguasaan bola, tetapi tetap gagal mencetak gol. Di sisi lain, Iran bertahan dengan semangat luar biasa dan menemukan sosok pahlawan dalam diri Alireza Beiranvand yang berkali-kali menggagalkan peluang emas Red Devils. Laga di Los Angeles itu akhirnya berakhir tanpa gol, namun menyisakan cerita heroik, frustrasi, dan kartu merah yang membuat persaingan Grup G semakin membara. Red Devils tidak mampu menembus ketangguhan kiper Iran, Alireza Beiranvand, yang tampil luar biasa di bawah mistar.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup G semakin ketat. Belgia yang sebelumnya juga bermain imbang 1-1 melawan Mesir kini berada dalam tekanan menjelang laga terakhir fase grup. Sementara Iran menjaga asa menciptakan sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Beiranvand Jadi Pahlawan Iran

Momen paling menentukan dalam pertandingan terjadi menjelang satu jam laga berjalan.

Kevin De Bruyne menunjukkan kualitas kelas dunianya saat menerima umpan Leandro Trossard di sisi kanan sebelum mengirim bola matang ke depan gawang. Situasi terlihat sempurna bagi Maxim De Cuyper untuk mencetak gol dari jarak dekat.

Baca juga :  Hasil Ghana vs Panama 1-0: Gol Yirenkyi Bawa Black Stars Menang

Namun Alireza Beiranvand melakukan penyelamatan spektakuler yang langsung menjadi kandidat penyelamatan terbaik turnamen. Dalam posisi terjatuh dan bergerak ke arah berlawanan, kiper Iran itu masih mampu menjulurkan tangan kirinya untuk menepis bola yang sudah mengarah ke gawang.

Penyelamatan tersebut membuat Belgia frustrasi dan membakar semangat para pemain Iran.

Jika Iran nantinya berhasil melaju ke babak 32 besar, momen heroik Beiranvand ini kemungkinan akan dikenang sebagai titik balik perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Belgia Dominan, Iran Efektif Bertahan

Secara statistik, Belgia menguasai hampir seluruh aspek permainan.

Data pertandingan menunjukkan Belgia mencatatkan 68 persen penguasaan bola, jauh di atas Iran yang hanya menguasai 32 persen.

Pasukan Rudi Garcia juga membukukan 22 tembakan, berbanding hanya 7 tembakan milik Iran. Dari jumlah tersebut, Belgia menghasilkan 7 tembakan tepat sasaran, sementara Iran mencatatkan 3 tembakan mengarah ke gawang.

Baca juga :  Mesir vs Selandia Baru 3-1: Salah Menggila, Firaun Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Dominasi Belgia juga terlihat dari jumlah operan. The Red Devils mencatat 575 operan dengan akurasi 88 persen, sedangkan Iran hanya membuat 206 operan dengan akurasi 73 persen.

Belgia juga unggul dalam tendangan sudut dengan perbandingan 4-2.

Namun semua dominasi itu gagal dikonversi menjadi gol berkat disiplin pertahanan Iran dan penampilan gemilang Beiranvand.

Taremi Sempat Bikin Belgia Ketar-Ketir

Iran sebenarnya bukan tanpa peluang.

Mehdi Taremi sempat membuat pendukung Belgia terdiam ketika menjebol gawang Thibaut Courtois melalui skema tendangan bebas yang cerdas di babak pertama.

Sayangnya, setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena Taremi lebih dulu berada dalam posisi offside.

Penyerang yang telah mengoleksi 60 gol internasional itu juga beberapa kali merepotkan lini belakang Belgia dengan pergerakan dan duel fisiknya.

Courtois bahkan dipaksa melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga gawang Belgia tetap aman.

Nathan Ngoy Diusir Wasit

Petaka bagi Belgia datang pada menit-menit akhir pertandingan.

Bek Nathan Ngoy mendapat kartu merah langsung setelah menjatuhkan Mehdi Taremi yang lolos menuju area berbahaya. Wasit menilai pelanggaran tersebut menggagalkan peluang emas Iran sehingga langsung mengusir pemain Lille tersebut.

Baca juga :  Napoli vs Torino: Partenopei Wajib Menang demi Tiket Liga Champions

Unggul jumlah pemain membuat Iran semakin percaya diri menekan di sisa pertandingan.

Saeid Ezatolahi sempat memperoleh peluang emas setelah Kevin De Bruyne kehilangan bola di area pertahanan sendiri, namun Courtois masih mampu mengamankan situasi.

Grup G Semakin Panas

Hasil imbang tanpa gol ini membuat Belgia belum juga menemukan performa terbaiknya setelah sebelumnya ditahan Mesir.

Di sisi lain, Iran menunjukkan ketangguhan mental luar biasa di tengah berbagai persoalan nonteknis yang mereka hadapi selama turnamen berlangsung.

Dengan satu pertandingan tersisa, peluang lolos masih terbuka bagi kedua tim. Namun Belgia kini wajib meraih hasil maksimal pada laga terakhir jika tidak ingin mengulangi kegagalan mereka tersingkir di fase grup seperti yang terjadi pada Piala Dunia 2022.

Bagi Iran, satu poin melawan tim unggulan seperti Belgia bisa menjadi modal berharga untuk mewujudkan mimpi besar menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.